Home / Headline / Ketika Wapres Jadi Petani Dadakan

Ketika Wapres Jadi Petani Dadakan

 Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Sabtu (17/10) pagi, menjadi petani dadakan di Desa Palu, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

foto kaki-Ketika Wapres Jadi Petani Dadakan-2USAI memberi sambutan dalam acara tanam serentak dan memperingati Hari Pangan Sedunia, JK langsung menuju ke area persawahan. Tanpa dikomando, JK langsung melepas sepatu beserta kaos kaki, lalu berganti menggunakan sepatu boot berwarna hijau tua. Tidak hanya itu, JK juga menggulung baju batik lengan panjang.

Bak seorang petani, JK beraksi mengoperasikan alat tanam padi modern atau transplanter. Di belakang kemudi, JK menekan tuas dan mesin pun langsung menyala. Alat berjalan perlahan dan JK nampak hampir hilang keseimbangan. Untungnya, JK yang didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan beberapa petugas sigap menangkap JK dari belakang.

Transplanter merupakan alat menanam bibit padi secara otomatis. Bibit padi setinggi 10 centimeter ditata di atas alat, kemudian transplanter siap menanam bibit padi dengan skema jarak ‘jajar legowo’.

Jajar legowo merupakan teknik menanam padi dengan memperhitungkan jarak tanam. Dengan alat ini, bibit padi tidak lagi ditanam sembarangan. Namun jumlah, kedalaman, dan kondisi penanaman bisa seragam. Manfaatnya, padi bisa tumbuh lebih baik dengan teknik ini.

Biasanya, pekerjaan menanam bibit secara manual dilakukan oleh 4-5 orang petani dalam tiap petaknya. Butuh waktu sehari penuh untuk menyelesaikan penanaman bibit. Sedangkan, transplanter hanya butuh seorang operator mesin serta bisa memangkas waktu dan tenaga untuk menanam padi.

Untuk meningkatkan produksi, JK menilai perlu ada sentuhan teknologi hingga bantuan alat pertanian seperti traktor dan pompa air. Langkah itu diperlukan untuk mengatasi persoalan kekeringan hingga berkurangnya lahan pertanian karena alih fungsi lahan menjadi pemukiman.

Petani di wilayah Sumatera Selatan, kemarin, kebanjiran alat dan mesin pertanian modern secara gratis. Ribuan traktor pengolah tanah hingga mesin tanam dan mesin panen modern ‘diguyur’ oleh pemerintah pusat ke petani dalam rangkaian kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

“Ini ada transplanter, combine harvester, traktor roda empat, dan transplanter. Alat olah tanah, alat tanam dan alat panen otomatis,” imbuh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Gatot Irianto, di Desa Palu, Kecamatan Pemulutan, OI.

Menurut Gatot, mekanisasi atau penggunaan alat-alat modern untuk bertani di Kabupaten Ogan Ilir bukan hal baru namun penggunaan sebelumnya belum optimal.

“Mekanisasi sebelumnya sudah ada, tapi belum maksimal. Kami ingin pakai alat roda empat supaya orang nggak nginjak tanah, nggak kepanasan. Bayangin jalan kaki di sawah ini kan berat. Ada alat yang nggak nginjak tanah,” jelasnya.

Dengan menggunakan alat pertanian modern tersebut, Gatot menyebut petani bisa hemat waktu, hemat tenaga dan hemat biaya. Selain itu, produktivitas pertanian bisa meningkat.

“Satu petani menggarap 2 hektar. Ini akan lebih produktif kalau galengan (saluran air) bisa mereka satukan. Kalau satu kan nggak pakai berhenti, bisa maju terus airnya,” tuturnya.#hafidz trijatnika

 

x

Jangan Lewatkan

Pembukaan Kegiatan SUPREME SMANTA 2017

Palembang, BP Suasana tertib dan penuh antusias menghiasi pembukaan kegiatan Sport Unity Precious Event and Most Eligible SMA Negeri 3 ...