Home / Sumsel / Ogan Komering Ilir / Kamarau, Produksi Padi OKI Sudah 636 Ribu Ton

Kamarau, Produksi Padi OKI Sudah 636 Ribu Ton

Kayuagung, BP

Walaupun mengalami bencana musim kemarau panjang, rupanya produksi padi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih lumayan. Sampai bulan September 2015 ini sudah terealisasi sebanyak 636  ribu ton, dari luas lahan yang di panen sebanyak 146.333 hektar (ha), atau sebanyak 65,76% dari target yang ditentukan pada tahun 2015.

Kepala dinas pertanian Kabupaten OKI, Syarifudin mengatakan target yang ditentukan  Produksi padi di OKI ditahun 2015 sebanyak  955.859 ton.

 

”Sampai September sudah terealisasi 636 ribu ton, kami yakin sampai Desember target itu bisa tercapai,” kata Syarifudin.

Memasuki musim kemarau sejak juli hingga sekarang, menurut Syarifudin memang mempengaruhi produksi padi di OKI, tetapi pengaruhnya tidak begitu besar.

 

”Saat memasuki musim kemarau, untuk sawah tadah hujan memasuki masa panen, sementara untuk lahan sawah lebak buah padi sudah mulai menguning bahkan sebagian sudah mulai panen, kemudian sawah tadah hujan juga akan melakukan tanam November nanti,” jelasnya.

Berdasarkan Data dari Dinas Pertanian Kabupaten OKI, terdapat 7.630 ha lahan persawahan di bumi bende seguguk yang mengalami kekeringan. beberapa wilayah yang mengalami kekeringan yakni  Kecamatan Pampangan 55 ha, Pangkalan Lampam 20 ha, Tulung Selapan 688 ha, Cengal 775 ha, Air Sugihan 4.732 ha, Teluk Gelam 42,5 ha, Tanjung Lubuk 135 ha, Pedamaran 62 ha, SP Padang 189,5 ha, Jejawi 175 ha, Mesuji Raya 6,5 ha dan Mesuji Induk 750 ha.

 

”Dari Luas tanam 148.823 hektar, ada 7.630  hektar yang kekeringan,” ujarnya.

Syarifudin  menuturkan, musim kemarau belum begitu dirasakan para petani di OKI karena mereka masih tetap bisa menggarap sawah.

 

“Musim kemarau panjang ini memang sudah kami prediksi sebelum-sebelumnya, sehingga sebelum sawah petani kering kita sudah memberikan bantuan mesin pompa air, sehingga petani bisa mengaliri sawah melalui air sungai,” ungkapnya.

Produksi padi setiap tahunnya ditergetkan terus meningkat dari tahun sebelumnya,  luas lahan pertanian padi di kabupaten OKI saat ini sebanyak 174,268 ha terdiri dari tadah hujan 47.140 ha, sawah lebak 103.977 ha, irigasi 650 ha dan pasang surut 22.501 hektar.

 

“Dari luas lahan itu OKI merupakan penyumbang beras sebanyak 5% untuk sekala nasional, sementara untuk provinsi sumsel OKI sebagai penyumbang beras nomor tiga,” tambahnya.

Sentra pertanian pangan khususnya beras terdapat di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan Tanjung Lubuk, Pampangan dan Sirah Pulau Padang. Kecamatan Lempuing Jaya merupakan pemasok terbesar (sekitar 20 persen dari total produksi padi Kabupaten OKI).

Lempuing, Lempuing Jaya  dan air sugihan sebagai lumbung pangan bagi Kabupaten OKI dan Propinsi Sumatera Selatan harus terus dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan karena masih banyak potensi lahan yang belum optimal pemanfaatannya.

 

”Potensi lahan  yang memungkinkan untuk ditanami padi terutama lahan sawah lebak, lahan irigasi, lahan pasang surut, lahan tadah hujan dan lahan kering,” tambahnya.

Ditambahkan oleh Asisten II setda OKI, Mun’im , bahwa di beberapa Kecamatan masih tersedia lahan untuk sawah lebak yang masih potensial antara lain di Kecamatan Tanjung Lubuk, Teluk Gelam, Pedamaran, Pedamaran Timur, Cengal, Sungai Menang, Jejawi dan Pampangan.
“Produksi padi kita kedepan akan didukung dengan pembangunan irigasi yang saat ini masih terus berjalan dari target 75 ribu hektar sudah terealisasi pembangunan sebanyak 70%, kemudian kita juga masih tersedia lahan pasang surut yang sangat luas di Kecamatan Air Sugihan.  Selain tanaman pangan kabupaten OKI juga memiliki potensi tanaman holtikultura yang bisa dikembangkan.#ros

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Baru Ditinggal Tuannya, Atap Rumah Dinas Bupati OKI Ambruk

Kayuagung, BP–Bubungan atau atap rumah dinas Bupati Ogan Komering Ilir ambruk, Selasa (27/2) sekitar pukul 19.00. Kejadian itu langsung mendapat ...