Home / Headline / Bantu Dengan Doa

Bantu Dengan Doa

dodiMANAJEMEN PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC (SFC) meminta doa restu semua warga Sumatera Selatan saat menghadapi Persib Bandung di partai final Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (18/10) malam.

Presiden Klub SFC Dodi Reza Alex Noerdin mengungkapkan, pertandingan ini adalah momentum bagi semua pendukung dan masyarakat Sumsel untuk bersatu memberi dukungan untuk Laskar Wong Kito. Tanpa doa restu serta dukungan semua pihak, SFC tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kami dari manajemen memohon doa restu dari warga Sumsel, agar bisa menjadi yang terbaik dengan mengalahkan Persib. Ini saat yang tepat untuk mengangkat sepakbola Sumsel menjadi yang terbaik di Indonesia,” kata Dodi Reza Alex, Sabtu (17/10).

Putra sulung Gubernur Sumsel Alex Noerdin ini menuturkan, setelah melewati perjalanan terjal di turnamen ini, SFC telah membuktikan sebagai tim yang pantas berada di final.

“Semua pesimistis yang ditunjukkan banyak pihak, justru menjadi tambahan motivasi bagi SFC. Sekarang sudah seharusnya semua masyarakat Sumsel bersatu memberi dukungan. Kami juga meminta berkah dan doa dari anak-anak panti asuhan, agar SFC bisa menjadi juara,” ujarnya.

Dodi juga mengundang seluruh pengurus olahraga, instansi pemerintah, bupati/walikota, pihak swasta, para sponsor, suporter, media, sahabat-sahabat SFC dan seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menyaksikan pertandingan bergengsi ini. Pasalnya, pertandingan ini adalah sarana mengharumkan nama Sumsel.

“Saya sangat berharap semuanya memberi dukungan, dalam bentuk menyaksikan langsung atau menggelar nonton bareng di tempat atau dimana sahabat-sahabat SFC berada, secara serentak mendoakan kemenangan SFC,” tandasnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin angkat bicara terkait dukungan besar Bobotoh Persib. “Apakah akan ikut bermain? Tidakkan, yang bermain sepakbola itu pemain bukan suporter, ini final sepakbola bukan mau demo,” kata Alex Noerdin.

Sebanyak 5.000 suporter SFC yang hadir nantinya sudah lebih dari cukup, unsur pemain ke-12 sudah dipenuhi. “Kita dulu ratusan suporter hadir saja bisa menang lawan Arema, ini 5.000 suporter SFC yakin bisa menang dan juara. Pemain tetap menjadi penentu hasil pertandingan. Oleh sebab itu, pemain hanya perlu fokus pada pertandingan,” tandasnya.

Bomber SFC Patrich Wanggai juga mengaku sudah terbiasa dengan atmosfer suporter lawan. Pemain hanya perlu menyiapkan mental buat menghadapi itu. Pemain harus fokus dan penuh konsentrasi di lapangan hijau.

“Banyaknya dukungan suporter lawan menjadi hal yang biasa, itu tidak akan pengaruhi penampilan pemain SFC. Seluruh pemain SFC dalam kondisi siap tempur. Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk meraih kemenangan,” pungkasnya.

 

Tiba di Jakarta

Suporter Sriwijaya FC (SFC) mulai berdatangan di Jakarta. Sebanyak 20 bus yang dilepas Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mulai berdatangan di Jakarta Sabtu (17/10) malam.

Mereka akan menginap di Gedung Hall Basket Senayan. Tapi jauh sebelum seribu suporter ini meluncur ke Palembang, dari segala penjuru suporter Laskar Wong Kito lainnya telah lebih dulu tiba. “Kita tiba di Jakarta sudah dua hari, kita ke sini naik truk,” kata suporter S-Man Aris, Sabtu (17/10).

Bersama rekan-rekannya, Aris terbilang cukup nekat sebab hanya membawa uang di kantung Rp50 ribu. Tapi karena kendaraan yang ditumpanginya bukanlah angkutan umum, dia bersama rekan-rekannya bisa sampai ke ibu kota. “Kita harapkan SFC menang karena mereka tidak sendiri,” tegasnya.

Ketua Kelompok Suporter Singa Mania Ariyadi Eko Noeri mengatakan, para anggotanya sangat menikmati perjalanan Palembang-Jakarta. Selama perjalanan, tidak ada kendala berarti yang ditemuinya bersama rekan-rekannya. “Kita menikmati perjalanan, suporter akan bersama-sama tinggal di Gedung Hall Basket Senayan,” katanya.

Manajer SFC Robert Herri, menjelaskan, pada awalnya, pihaknya menargetkan 5.000 suporter yang hadir di GBK. “Namun, sayang sekali, hampir semua perusahaan bus yang tadinya kita sudah kontrak, dua hari sebelum pertandingan, semuanya menolak,” kata Robert.

Robert tidak menjelaskan penyebab perusahaan bus menolak mengantarkan suporter Sriwijaya ke Jakarta. Namun, kemungkinan besar hal tersebut terjadi lantaran perusahaan bus takut armadanya dirusak oleh oknum suporter. “Akhirnya ada tadi yang berangkat ke Jakarta ikut truk pasir. Ada ikut truk sawit,” tuturnya.#fer/zal

 

 

 

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Striker Baru SFC, Ternyata Punya Tulang Kuat

Palembang, BP–Penyerang anyar Sriwijaya FC Manuchekhr Dzhalilov menjalani tes medis di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Selasa (12/12). Ternyata bomber asal ...