Home / Sumsel / Presiden Batal Datang, Wapres Gantikan Buka Hari Pangan Dunia

Presiden Batal Datang, Wapres Gantikan Buka Hari Pangan Dunia

Palembang, BP
Presiden RI Joko Widodo yang sebelumnya dijadwalkan menghadiri Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-35 di Palembang, batal datang. Ketidakhadirannya digantikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sudah dipastikan hadir.

Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Sumatera Selatan Erdian Syahri mengatakan, Wapres tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pukul 07.00 dilanjutkan ke Desa Palu, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

Kedatangan Wakil Presiden RI di Palembang menggunakan Pesawat Kepresidenan BAe-RJ 85 yang akan langsung menuju Desa Palu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir didampingi oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin.

Tambah dia, setelah tiba di Desa Palu tersebut, Wapres RI dan Gubernur Sumsel akan melakukan penanaman padi perdana di desa tersebut.

“Setelah melakukan tanam padi perdana di Desa Palu, kegiatan Wapres Jusuf Kalla ini pun akan dilanjutkan ke Pameran Gelar Teknologi Bidang Pertanian dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia XXXV Tahun 2015 yang berada di Jakabaring Sport City.

Sementara itu, kesiapan di area Gelar Teknologi yang ada di Jakabaring pun telah dilakukan dengan persiapan yang telah matang.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumsel Harmanto mengatakan persiapan untuk Gelar Teknologi yang akan didatangi oleh Presiden Joko Widodo ataupun Wapres Jusuf Kalla sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

“Kita telah mempersiapkan semua dengan baik, semua tanaman yang ada sudah disusun dengan rapi dan bersih,” ungkapnya.

Rencananya, kedatangan Jusuf Kalla ke area Galtek untuk melihat pameran bidang pertanian ini dengan berbagai macam aneka, tumbuhan yang ada.Seperti tanaman jagung, padi, kedelai, cabai, tanaman holtikultural, dan masih banyak lagi.

Pj Bupati Ogan Ilir Yulizar Dinoto mengungkapkan, pihaknya sudah mempersiapkan secara matang agar bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi kedatangan presiden. Pihaknya akan mengerahkan ratusan petani yang ada di kabupaten tersebut dan masyarakat sekitar untuk menyambut Jokowi.

Dirinya menjelaskan, dipilihnya Desa Palu sebagai lokasi penanaman padi karena memang lokasi tersebut merupakan salah satu desa yang sukses melakukan program tanam dua kali setahun (IP 200).

“Ini berdasarkan penilaian pusat. Lahan di Desa Palu merupakan lahan lebak. Namun bisa diairi karena sudah melakukan pompanisasi jadi air bisa didapatkan dari sungai,” jelasnya.

Pompanisasi ini, dijelaskan pria yang merangkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel ini pun bisa menekan terjadinya kebakaran lahan di OI, khususnya Pemulutan.

“Dulu, Pemulutan merpakan salah satu kecamatan yang sering sekali terbakar. Namun saat ini bisa berkurang berkat pompanisasi yang dilakukan oleh anggota TNI Kodam II/Sriwijaya dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Indonesia,” ungkapnya.

Dulu hanya musim hujan saja bisa ditanami, tapi musim kekeringan juga masih bisa ditanami. Kita mengambil air sungai dari TNI pipanisasi. Sehingga kebakaran bisa ditekan. OI bisa dijadikan contoh. Panen dua kali. Sekali panen dapat berapa.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam kesempatan ini menekankan kepada Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumsel untuk antisipasi dan mematangkan segala persiapan.

Alex menuturkan, saat ini predikat lumbung beras terbesar se-Sumsel berada di Kabupaten Banyuasin OKU Timur di tempat kedua. Dia mengimbau agar kepala daerah bersangkutan untuk lebih memperhatikan masalah pangan terutama beras, yang terancam akibat kemarau panjang ini.

Dia menegaskan bahwa bukanlah peringatannya yang penting, namun apakah rakyat khususnya masyarakat Sumsel sudah terpenuhi pangannya secara ideal atau belum.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumsel Taufik Gunawan mengatakan, Presiden RI Joko Widodo hadir didampingi banyak menteri dan tak kurang dari 90 duta besar negara sahabat pun akan hadir.

Ia menjelaskan, Pemprov Sumsel sudah sangat siap untuk mengadakan helatan akbar ini. Jakabaring yang akan menjadi lokasi utama gelaran ini pun sudah mapan dalam menggelar event skala internasional.

“Nanti ada pameran, gelar teknologi, dan yang paling penting adalah inisiasi Hari Anti Kelaparan Nasional ini. Sumsel akan menjadi bagian dari sejarah penting tersebut. Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional, harus terus memiliki semangat kedaulatan dan kemandirian pangan untuk menyokong stabilitas nasional,” tuturnya.

Dana yang dibutuhkan untuk gelaran empat hari ini dianggarkan dana Rp 4,5 miliar. Sebanyak Rp2,9 miliar berasal dari APBD, dan Rp1,5 miliar dari APBN.

Pihaknya pun menyiapkan 400 stand, yang pesertanya akan diisi oleh pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota seluruh indonesia, beserta BUMN dan BUMD di bidang pertanian.

“Di gelar teknologi nanti, akan ditampilkan 18 komoditi unggulan Indonesia khususnya Sumsel dengan 80 varietas yang berbeda-beda. Di sini kita bisa saling bertukar komoditas dan informasi akan diversifikasi pangan kita pun berjalan lancar,” lanjutnya.

Juga akan ada tur ke daerah peternakan dan pertanian di Sumsel. Rencananya, para tamu undangan. Akan dibawa ke Rambutan dan Sembawa yang menjadi sentra peternakan kerbau rawa di Sumsel.

“Pastinya Sumsel bisa bangga menyelenggarakan event besar ini dalam bidang pangan apalagi Sumsel sebagai daerah agraris dengan sektor pertanian yang cukup baik,” pungkasnya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

LCC Sejarah Bentuk Karakter Pemuda Yang Tangguh

Palembang, BP Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodam II/ Sriwijaya Palembang, menggelar Lomba Cerdas Cermat ...