Home / Sumsel / Musirawas dan Linggau Terbanyak Belum Dapatkan Listrik

Musirawas dan Linggau Terbanyak Belum Dapatkan Listrik

#Rasio Elektrifikasi PLN Baru Mencapai 74 Persen
Palembang, BP
Hingga kini  Sumatera Selatan belum bisa meraih angka 100 persen untuk  penyaluran listrik, termasuk di kabupaten dan kota luar Palembang. Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel mencatat di Sumsel, rasio elektrifikasi baru mencapai 74 persen. Padahal saat ini sudah cukup banyak pembangkit yang ada di Sumsel, baik pembangkit listrik tenaga uap, air, maupun gas dan surya.
Menurut Kasi Listrik Pedesaan Dispertamben Sumsel Widya Sari, rasio elektrifikasi di Sumsel baru mencapai 74 persen, dan rasio desa berlistrik Sumsel mencapai 92,96 persen. “Artinya, masih banyak rumah di Sumsel yang belum mendapat listrik. Ini yang jadi konsen kita k edepan,” katanya dalam forum group discusion (FGD) penyaluran subsidi listrik yang tepat sasaran di Benteng Kuto Besak Restoran (BKBR) Palembang, Kamis (15/10).
Dijelaskannya, beberapa masalah dalam upaya melistriki seluruh daerah di Sumsel, yakni letak geografis dan daerah dataran tinggi pegunungan yang jauh dari pusat beban, belum adanya gardu induk di setiap kabupaten/kota.
Juga karena jaringan transmisi tegangan menengah yang terlalu panjang atau lebih dari 50 km, saat kemarau terjadi kekurangan daya pada pembangkit PLTA yang terletak di luar Sumsel namun sangat mempengaruhi sistem interkoneksi secara keseluruhan.
Ia mengatakan, saat ini untuk pembangkit eksisting PLN ada beberapa yakni PLTU batubara Bukit Asam, PLTD Sungai Juaro, PLTGU PLN Indralaya, PLTG Keramasan, PLTGU Indralaya 1.2, PLTG LM 2000 Borang, dan PLTG Talang Duku. Juga ada beberapa PLTG CNG Jakabaring 1, 2, dan 3 yang berkapasitas 20 MW.
Tercatat juga ada PLTGU Indralaya GT 1,1, Keramasan AKE 1, Keramasan 2, PLTG Keramasan 4, PLTMG Borang Merah Mata, PLTG Talang Duku 2, PLTG Talang Duku 3, PLTG Borang LM 6000 1, dan PLTG Borang LM 6000 2.
Sementara pembangkitan eksisting IPP ada PLTGU Asrigita, PLTG Gunung Megang, PLTG Prabumulih, PLTGU Musi II, PLTMG Sako, PLTU GH-EMM, PLTU Baturaja.
“Kita akan upayakan penambahan pembangkit di Sumsel. Baik pembangkit yang dikelola IPP ataupun oleh pemerintah sendiri,” katanya.
Hal senada dikemukakan General Manager PT PLN WS2JB Budi Prasetyo, indikator kinerja PLN WS2JB rasio elektrifikasi masih sekitar 80 persen. Jumlah pelanggan saat ini sudah mencapai 2,7 juta dari targetnya 2.717.000 pelanggan di akhir tahun ini.
Menurutnya, target tahun ini rasio elektrifikasi bisa mencapai 85,5 persen. Sementara tahun lalu, target tumbuh 78,33 persen dan realisasi 78,51 persen.
Pihaknya telah memiliki strategi menaikkan RE (rasio elektrifikasi). Yakni fokus pada kabupaten/kota dengan RE dibawah 60 persen. Seperti di OKUS, OKI, dan Banyuasin.
Juga dibawah RE 80 persen yakni Muba, OKUT, Mura, OI, Empatlawang, Muaraenim, Kota Jambi, Batang Hari, Muara Jambi, Tanjab Barat, Tanjab Timur, Tebo, Muko-Muko, Bengkulu Utara, Benteng, Seluma, Rejang Lebong dan Lebong. Yang paling rendah rasio elektrifikasi di Mura, Muratara, dan Lubuklinggau.
“Perkuatan pasokan sistem isolated dengan pembangkit. Juga dilakukan perkuaran sistem distribusi dengan efektivitas APBN dan APLN,” katanya.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemda untuk penggunaan APBD, percepatan proses pengadaan material dan jasa pemasangan peralatan distribusi, serta proses mutasi pelanggan yang tepat waktu.
“Kita akui masih banyak ribuan masyarakat yang berada di desa-desa dalam dan terpencil belum dapat aliran listrik. Namun kita upayakan sampai 2020, semua desa bisa mendapatkan fasilitas listrik,” katanya.
Budi menjelaskan, target PLN diusia 75 tahun nanti sudah bisa tercapai 100 persen rasio elektrifikasi listrik. Faktor paling besar karena infrastruktur jaringan, yakni infrastruktur transmisi yang belum masuk dan dibangun di setiap daerah di Sumsel.
“Tahun depan anggaran PLN di pemerintah akan dialihkan dan diserahkan ke anggaran belanja dari PLN. Jadi semuanya langsung dikelola PLN. Anggaran ini guna membangun transmisi dan jaringan listrik di pedesaan-pedesaan,” katanya. #osk
x

Jangan Lewatkan

Mosi Tak Percaya Ke OSO, Puncak Kekecewaan

# Segera Laksanakan Munaslub Palembang, BP Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Mularis Djahri mengatakan, bahwasanya mosi ...