Home / Headline / Hadapi Persib, SFC Andalkan Trisula

Hadapi Persib, SFC Andalkan Trisula

Palembang, BP

arema-cronus-sriwijaya-fc-952015_15df6y73xgcx812qt8n014t9jvJelang turun di partai final Piala Presiden yang mempertemukan Sriwijaya FC melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (18/10), striker andalan Sriwijaya FC Titus Bonai telah dinyatakan pulih dari cedera otot di lututnya. Pemain asal Papua ini siap tempur melawan anak asuh Djajang Nurjaman.

“Tibo sudah pulih, dia bisa turun lawan Persib, kita akan tetap mengandalkan duetnya dengan Musafri dan Patrich Wanggai,” kata Pelatih Sriwijaya FC Benny Dollo, Jumat (16/10).

Sang kapten Sriwijaya FC Titus Bonai akan bertugas menyisir sisi kiri lapangan, TA Musafri akan menusuk dari sisi kanan, sementara Patrich Wanggai akan menjadi otak serangan.

Patrich punya peran yang besar dalam pertandingan nanti, mantan pemain Timnas Indonesia ini harus dapat mengatur serangan serta mengendalikan ritme permainan.

“Kita jangan sampai ikut gaya permainan Persib, kita harus dapat menjalankan taktik dan strategi yang ditetapkan,” jelas pelatih berusia 65 tahun ini.

Dalam pertandingan nanti, Bendol memperkirakan kedua tim akan beradu ketajaman. Pemain depan Sriwijaya FC semakin tajam dari sebelumnya, sementara penyerang Persib Spaso, Zulham Zamrun, Makan Konate juga sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.

Tapi Bendol mengaku sudah punya taktik dan strategi untuk dapat tetap unggul dari anak asuh Djajang Nurjaman. Selama satu pekan latihan, pelatih terus mematangkan strategi dan taktik bermain buat meredam Zulham dan kawan-kawan.

“Kita telah siap setelah melakukan pematangan strategi dan taktik dalam bermain sebelumnya di Solo,” ungkap mantan Pelatih Persija Jakarta ini.

Mengenai kurang dijagokannya Sriwijaya dalam final nanti, Bendol mengaku tidak terlalu menghiraukan hal tersebut. Baginya, apapun bisa terjadi di lapangan.

“Jagonya itu nanti 90 menit yang menentukan di lapangan, Sriwijaya yang jago apa Persib jago, pengalaman yang kita lewati salah satunya kita sudah bisa baca kekuatan Persib yang sesungguhnya, dia pun sebaliknya. Situasi dan kondisi akan menentukan bermain terbuka atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurjaman meminta skuadnya tak menganggap enteng lawan saat melakoni laga final Piala Presiden 2015 kontra Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakart.

“Saya sampaikan kepada pemain belum selesai permainan jangan katakan kita sudah menang. Anggapan seperti itu menganggap enteng lawan membuat under estimate kita harus fokus,” tuturnya.

Dia menilai, Sriwijaya FC merupakan tim yang cukup konsisten dalam Piala Presiden ini. Terlebih, tim yang berjuluk Laskar Wong Kito itu kini diasuh pelatih sarat pengalaman Benny Dollo.

Sriwijaya FC saat ini berbeda, materinya berbeda dari segi pencapaian mereka menunjukan progress. Tapi kekuatan di final itu saya pikir bisa dikatakan berimbang. Sama-sama punya peluang, tapi tidak bisa menyebut kita lebih diunggulkan,” kata Djanur.

Anak asuhnya harus kerja keras, apalagi pada laga final ini, Persib Bandung kehilangan tiga pemain utama yakni M Ridwan, Hariono dan Tantan. M Ridwan harus absen lantaran masih berkutat dengan cedera telapak kaki, Kondisi serupa juga dialami Tantan yang mengalami cedera pada lututnya, terakhir Maung Bandung juga harus kehilangan gelandang bertahan Hariono lantaran kartu merah.

“Hariono itu tidak masuk susunan pemain karena keputusan dari Mahaka pemutihan tidak berlaku pada pemain yang mengantongi kartu merah, sementara Hariono mengantongi kartu merah leg kedua semifinal melawan Mitra Kukar,” kata Djajang.

Pria yang akrab disapa Djanur itu mengaku tak khawatir meski tak diperkuat tiga pemain utamanya. Menurut dia, masih banyak pemain yang mampu mengisi pos yang ditinggalkan.

“Pemain penganti juga sudah mengetahui permainan apa yang harus dimainkan, tapi saya tidak akan gambarkan, yang jelas kita sudah melakukan antisipasinya. Mudah-mudahan di pertandingan nanti taktik dan strategi yang kita terapkan selama ini berjalan dengan lancar,” tambah Djanur. #zal

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...