Home / Headline / Alex Noerdin Ceramahi Pejabat BI

Alex Noerdin Ceramahi Pejabat BI

Jakarta, BP
3-Pembicara dalam STIBIPemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus bersolek. Provinsi besutan Alex Noerdin itu tengah menggenjot sejumlah mega proyek. Proyek-proyek itu seperti penguatan infrastruktur, pembangunan kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-api, pengembangan Jakabaring Sport City, dan seterusnya.

Untuk infrastruktur, Pemprov Sumsel berencana membangun jalan bebas hambatan meliputi Kayuagung-Palembang-Betung sepanjang 137 kilometer, Palembang-Inderalaya sepanjang 22 km, Pematang Panggang-Kayuagung 186 km, Inderalaya-Prabumulih 71 km, Muaraenim-Prabumulih 66 km, Muaraenim-Lubuklinggau 125 km, Betung-BTS Jambi 198 km, Musilandas-Betung 44,29 km, Jakabaring-Musilandas 39,9 km, dan Kayuagung-Jakabaring 33,5 km.

Selanjutnya, rencana pembangunan jalur kereta api umum Trans Sumatera. Diikuti koridor light rail transit (LRT) dari bandara menuju Jakabaring Sport City sepanjang 24,5 km. Koridor satu melintasi airport menuju Masjid Agung, dan koridor dua Masjid Agung-Jakabaring Sport City. Pembangunan LRT ini bakal menyedot investasi sebesar Rp 5 triliun.

Jakabaring Sport City terus dikembangkan. Pembangunan komplek olahraga ini sengaja digeber mengingat edisi 2018 mendatang, Sumsel bersama DKI Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games 18. Ajang olahraga negara-negara Asia itu sebagai taruhan dan citra Sumsel. Maklum, Sumsel telah sukses menghelat SEA Games XXVI tahun 2011 silam dan Islamic Solidarity Games (ISG) tiga pada 2013. ”Dengan segala persiapan yang kami lakukan ini, kami optimistis melampaui Jakarta,” yakin Gubernur Sumsel Alex Noerdin kala menjadi pembicara pada Program Sekolah Staf Pimpinan Bank Indonesia (SESPIBI) angkatan XXXII tahun 2015, di Jakarta, Kamis (15/10).

Menyampaikan materi bertitel ‘Tantangan, Prioritas dan Arah Pembangunan Daerah’, di hadapan sekitar 30 hadirin, peraih Bintang Mahaputra Utama era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu begitu berwibawa. Dengan nada dan tekanan bicara mantap dan terukur, peserta seakan tersihir. Sesekali nada bicaranya rendah, datar, dan tinggi. Dibalut jas warnah hitam, sosok Alex benar-benar menjadi sentral dan tidak lepas dari sorot puluhan pasang mata hadirin.

Menurutnya, ajang Asian Games nanti merupakan event spaktakuler. Pentas dan momen tepat untuk mempromosikan pariwisata yang menjadi keunggulan, kelebihan dan beragam nilai kebanggaan warga Sumsel pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Karena itu, ucap Alex, untuk menangkap peluang itu, pihaknya tidak bersaing dengan Jakarta, Bandung, dan Surabaya. ”Itu karena benchmark kami sudah level Asia macam Singapura, Dubai, dan Malaysia. Sudah gak maen tingkat nasional,” beber Alex disambut riuh aplaus puluhan hadirin.

Karena grade Sumsel level Asia, dalam hal pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA), kata Alex, pihaknya tengah terlibat pembicaraan serius dengan Dubai Port. Secara teknis, Dubai Port telah berpengalaman menangani pelabuhan terbesar di dunia. Nantinya, KEK TAA bakal disulap menjadi pelabuhan tidak kalah megah yang bisa disandari kapal dalam segala ukuran. KEK TAA mempunyai luas 4.045,00 hektar (ha) terdiri dari reklamasi Tanjung Carat 2.015,00 ha dan darat 2.030, ha.

Pada kawasan itu akan dikembangkan industri meliputi Coal Gasification, power plant, coal liquefaction, pabrik pupuk, pabrik semen, pabrik ban, CPO, kilang minyak dan industri hilir petrochemical. ”Dukungan anggaran Rp 20 triliun, sebelum Asian Games dimulai, sejumlah proyek itu sudah bisa dinikmati hasilnya,” tegas Alex dengan penuh optimis.

Selesai mengulas beberapa capaian Sumsel, Alex dibombardir dengan beragam pertanyaan. Peserta rata-rata menanyakan kunci sukses, proyek, dan pola keberlanjutan sistem, formula kepemimpinan, good governance dan pengembangan ekonomi, pengentasan kemiskinan, pengangguran, peningkatan sumber daya manusia, pola promosi jabatan, koordinasi dengan bupati dan walikota hingga alam demokrasi yang tidak ramah pada orang-orang dengan kemampuan mumpuni dan jempolan.

Mendapati pertanyaan macam itu, Alex dengan enteng menjawab bahwa pemimpin itu harus menjadi teladan yang baik. Memberi contoh dengan bekerja keras. Idealnya, pemimpin itu kata Alex seorang entrepreneur, birokrat dan leadership. ”Saya tidak sekadar menjadi kepala daerah tetapi CEO sekaligus,” bebernya.

Menyadari tidak ada yang menyoal asap, Alex malah membahasnya. Menurutnya, insiden asap itu sudah termasuk bencana internasional. Itu karena bencana asap yang membekap sebagian Kalimantan dan Sumatera tersebut kadar keparahannya di luar nalar. Setidaknya 1,4 juta ha lahan gambut dalam kondisi memprihatinkan. Sejak lahan gambut itu diubah fungsinya menjadi kawasan sawit, lahan itu kehilangan tingkat keasaman. Nah, pada saat musim kemarau, lahan gambut dengan ketebalan 11 meter itu amat mudah tersulut. ”Cukup dengan gesekan, kebakaran bisa terjadi. Untuk menembus lapisan lahan gambut 11 meter itu, harus ada hujan cukup deras hingga menggenangi. Di samping itu, lahan itu harus dikembalikan sesuai fungsinya, tidak perlu dieksploitasi untuk kawasan kelapa sawit,” ulas Alex panjang lebar.

Sebetulnya, kata Alex, pihaknya dan seluruh elemen telah bekerja maksimal. Tetapi, memang hasilnya belum optimal. Bahkan, jauh sebelum bencana asap berskala global itu terjadi, pada 26 Februari telah mewancanakan bencana asap tahunan tersebut. Kemudian pada 6 Juni diikuti dengan latihan water bombing dan selanjutnya 9 Juni dilakukan modifikasi cuaca. ”Ya, sekarang harus bekerja bersama untuk segera menuntaskan kabut asap tersebut,” tutupnya. #ril

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...