Home / Headline / Palembang Miliki 59 Titik Kumuh

Palembang Miliki 59 Titik Kumuh

Palembang, BP

Rusun-rumah susunKepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang Sapri HN mengatakan kawasan kumuh di Palembang tercatat ada 59 titik dan tersebar disejumlah kecamatan.

Kategori kumuh mulai dari kumuh berat, sedang dan ringan. Kawasan kumuh tersebut seperti berada di Kecamatan Seberang Ulu 1, Kertapati, Plaju, Gandus, Ilir Barat 2, dan Ilir Timur 2.

“Umumnya pemukiman kumuh tersebut berada di dekat bantaran kali atau sungai Musi. Seperti kumuh berat berada di sekitar Kertapati dan SU I,” kata dia, Rabu (14/10).

Untuk pemukiman kumuh tersebut memiliki kriteria yang bisa dilihat dari struktur rumahnya, akses infrastruktur ke rumah, drainase, antisipasi kebakaran dan sanitasi di rumahnya.

Juga dilihat dari ketersediaan air bersih dan kepadatan jumlah penduduk. “Pemkot sendiri sudah melakukan bedah rumah pada tahun 2014 lalu yakni sebanyak 1000 rumah dengan dana dari APBD,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) Kota Palembang Albert Midianto menegaskan, ada sekitar 40.000 rumah warga yang tercatat dalam kategori kumuh atau sekitar 1.300 hektar wilayahnya.

“Ada sekitar 15% sampai 20% warga Palembang masih tinggal di kawasan kumuh,” ujarnya.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan kondisi ini perlu dilakukan pemecahan secara bersama-sama. Pemerintah Kota Palembang memiliki program 100,0,100 yakni 100% air bersih, 0% kawasan kumuh dan 100% sanitasi.

“Kami harap kegiatan bedah rumah dapat membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dana bedah rumah sebesar Rp10 miliar diketahui masih ada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) Kota Palembang. Hingga kini dana bedah rumah yang dianggarkan 2015 belum direalisasikan sama sekali.

 

“Untuk dana bedah rumah ada sebesar Rp10 miliar, namun memang realisasi tahun ini masih nol persen,” kata Kepala Dinas PUCK Palembang Syaiful, belum lama ini.

 

Dari rencana membedah 1.000 unit rumah unit tahun ini pihak PUCK sendiri berdalih karena kekurangan personil dan minimnya informasi kebutuhan perbaikan yang dibutuhkan penduduk sehingga kendala utama program yang ditangani.

 

Mandeknya program bedah rumah ini nyatanya menjadi batu sandungan tersendiri bagi program mengatasi kawasan kumuh 2018. Sebelumnya Kepala Dinas yang lama bahkan selalu menghindar ketika awak media mempertanyakan program bedah rumah tersebut.

 

Syaiful menjelaskan, banyaknya program lain yang ditangani PUCK serta minimnya tenaga khusus bedah rumah yang ada, membuat tak satupun rumah di kawasan kumuh itu diperbaiki. “Realisasinya masih nol persen dari dana yang disiapkan sebesar Rp10 miliar. Ya kita terus evaluasi dan mencari cara agar program bedah rumah ini segera berjalan,” ujarnya. #ren

 

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...