Home / Headline / Diduga Curang, BPMD Didemo Warga

Diduga Curang, BPMD Didemo Warga

Muaraenim, BP
Picture 5826Puluhan warga Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujanmas,Kabupaten Muaraenim melakukan aksi demo ke kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) dan Pemkab Muaraenim, Kamis (15/10). Mereka menduga pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Desa Tanjung Raman penuh kecurangan.
                 Aksi demo yang dipimpin Syahrial itu berlangsung tertib. Massa pendukung calon kades yang tidak terpilih dalam pilkades itu mendapatkan pengamanan petugas Polres Muaraenim. Mereka membentangkan berbagai poster yang ditulis di atas kertas kartun. Intinya mereka mengecam pelaksanaan pilkades yang dianggap tidak jujur.
                 Menurut mereka, kecurangan  terjadi seperti Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak diterima oleh masing masing calon. Kemudian pada saat pemungutan suara selesai, langsung diadakan perhitungan suara tanpa terlebih dahulu menghitung sisa surat suara bersama saksi masing masing calon kades.
                Selain itu, lanjut mereka panitia telah memberikan dua lembar surat suara kepada pemilih. Yang lebih parah lagi, panitia Pilkades tidak memberikan salinan/rekap berita acara penghitungan suara kepada saksi calon kades. Kemudian panitia tidak menetapkan batas akhir pencoblosan kepada pemilih. Terbukti pelaksanakan pencoblosan masih berlangsung hingga pukul 15.00. Padahal sesuai dengan ketentuan pelaksanaan pencoblosan hingga pukul 13.00 harus sudah tutup.
                “Kami berterima kasih kepada Kepala BPMD yang telah menyambut kedatangan kami. Namun belum puas dengan jawaban yang diberikan Kepala BPMD. Jadi kami akan melaksanakan demo ke Pemkab Muaraenim untuk bertemu langsung dengan bupati,” jelas Syahrial.
                  Aksi demo warga yang berlangsung singkat itu, diterima Kepala BPMD Muaraenim, Drs H Fajeri Erham. “Semua tuntutan yang disampaikan akan pelajari dan kami tindak lanjuti,” jelas Fajeri singkat.
                   Usai diterima Kepala  BPMD, warga membubarkan diri dan melanjutkan aksinya ke Pemkab Muaraenim. Di kantor Pemkab tersebut mereka juga menyampaikan tuntutan serupa mengenai kecurangan pelaksanakan Pilkades tersebut. Namun mereka batal bertemu dengan Bupati, karena orang nomor satu di Muaraenim ini tengah tidak berada di tempat karena dinas luar.#nur
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Apriyadi: Tahun 2018 Piala Adipura Harus Kembali ke Muba

Sekayu, BP–Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin targetkan meraih kembali piala adipura ke-12 pada tahun 2018, yang mana gagal pada tahun 2017 ...