Home / Headline / Penyewa Bakal Ditampung di Rusun Kertapati

Penyewa Bakal Ditampung di Rusun Kertapati

Palembang, BP

BP/MARDIANSYAH RUMAH SUSUN-Salah satu warga penghuni rumah susun sedang menjemur pakaian didepan jedela,Minggu (11/10) kurang lebih ratusan bahkan ribuan kepala keluarga yang menetap tinggal dan menggantungkan hidup dikomplek rumah susun kawasan 24 Ilir ini.

BP/MARDIANSYAH

Peremajaan rumah susun (rusun) di kawasan 23-24 Ilir yang akan disulap mirip apartemen tampaknya hanya akan sangat menguntungkan pemilik. Sementara penyewa yang sudah tinggal puluhan tahun di kawasan strategis ini akan ditawarkan pemerintah ke Rusun Kertapati yang hingga kini operasionalnya belum jelas dan nyaris terbengkalai.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang Syafri Nungcik mengatakan hingga kini memang sosialisasi hanya sebatas kepada pemilik. Sementara untuk penyewa akan ada upaya pemerintah Kota Palembang yang akan menawarkan Rusun Kertapati.

“Hingga kini belum ada pembicaraan kepada penyewa, hanya saja pasti ada toleransi kepada penyewa, sebab ini masih dalam tahap pengembalian formulir. Mungkin akan ada upaya penawaran sewa ke Rusun Kertapati,” kata Syafri, Selasa (13/10).

Hanya saja, Syafri mengakui hal ini belum ada pembicaraan inten kepada pihak PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) sebagai pengelola Rusun Kertapati. Dari sisi jumlah pun hanya sekitar 400 unit.

Namum Syafri memastikan, akan ada pembicaraan lebih lanjut tentang nasib penyewa lama. “Iya itu nanti akan dipertimbangkan, sehingga ke depan tidak menimbulkan masalah baru,” tutur dia.

General Manager Perum Perumnas Rohmad Budiyanto mengakui keberadaan rumah susun ini harus ada pembicaraan lebih lanjut soal penyewa yang sudah lama menduduki kawasan rusun ini. Hanya saja, Leo menjelaskan pihaknya tidak bisa apa-apa, karena status kepemilikan ini bukan pada penywa.

“Pasti pemerintah akan mempertimbangkan hal ini, hanya saja ini baru tahap awal, sudah ada spanduk yang dibentangkan, itu sudah upaya sosialisasi kami,” katanya.

Sementara itu, Krisna (30) salah satu warga Rusun di 24 Ilir mengatakan, pihaknya tidak habis pikir dengan revitalisasi yang akan dilakukan pemerintah untuk masyarkat menengah ke bawah ini.

“Ke Rusun Kertapati kami tidak mau, operasionalnya saja belum jelas hingga sekarang, pemerintah ini bagaimana?. Kami tinggal di sini karena direlokasi ada kebakaran tahun 1981, puluhan tahun menyewa. Ketika ini dibangun, status sosial dan ekonomi kami seakan dirampas,” jelas dia.

Puluhan tahun tinggal di kawasan ini, menurut dia sudah menjadi bagian yang sah dari Kota Palembang. Pejabat legislatif maupun eksekutif telah dipilih ribuan warga rusun. Bahkan, pihaknya memiliki Karta Keluarga (KK) yang sah. Lalu kenapa bantuan pembangunan ini diberikan kepada pemilik yang sudah kaya raya.

Sebab, pemilik rusun yang mendapat keuntungan berlipat ini bukanlah orang susah seperti penyewa. Bahkan pemilik ada yang memiliki kamar belasan, bahkan lebih. Otomatis, ketika rusun dibangun yang mendapat keuntungan besar adalah pemilik.

“Kami berharap ada kepedulian pemerintah terhadap peyewa. Pemerintah menerapkan kebijakan kepada pemilik agar mau menyewakan bangunan yang sudah direvitalisasi pakai uang rakyat ini dengan harga yang terjangkau,” kata Krisna.

Dia mengatakan, pemerintah sebagai pemberi bantuan, seharusnya menjadi garda terdepan bagi penyewa yang sebenarnya adalah masyarakat berpenghasilan rendah. “Ini sudah gila, uang rakyat digunakan untuk membangun, tapi bangunannya dinikmati orang kaya,” tutupnya. #ren

 

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...