Home / Headline / TPA Pinguin Dikunjungi Kementerian Perempuan dan Anak

TPA Pinguin Dikunjungi Kementerian Perempuan dan Anak

Palembang, BP

IMG_3707Staf Khusus Bidang Komunikasi  dan Kemitraan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak  Republik Indonesia, Fernandez Hutagalung, mengunjungi  Taman Penitipan Anak (TPA) Pingun yang berlokasi di Jl Kapten Rivai, Palembang  (9/10).

Kunjungan mendadak ini untuk melihat kondisi kesehatan anak-anak yang terkena kondisi kabut asap khususnya di kota Palembang. “Kunjungan kami untuk mengetahui secara langsung  dampak  asap pada perempuan dan anak, agar kami bisa memberikan bantuan yang  dibutuhkan bagi korban kabut asap ini,“ katanya.

Kedatangan staf khusus kementerian ini disambut oleh Falahi, Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Perempuan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) serta pengurus Tim Penggerak PKK Sumsel.

Falahi mengatakan, selama ini Pemerintah Provinsi Sumsel telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi bencana asap. “Pemda Sumsel telah berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi kabut asap seperti menabur garam untuk membuat hujan buatan dan juga melakukan  sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak  membakar lahan dan hutan,“ jelas Falahi.

Di tempat yang terpisah Hj Eliza Alex Noerdin Selaku Ketua TP PKK mengatakan selama ini PKK dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan  telah membagikan masker kepada masyarakat terutama  kepada anak-anak  PAUD, TPA, pedagang pasar, dan juga pekerja yang lebih banyak menghabiskan waktu di ruang terbuka seperti  penyapu jalanan dan tukang becak.

Masih menurut Fernandez  kunjungan ini untuk memastikan apakah penanganan korban kabut asap ini sudah ditangani dengan pantas dan baik, “Presiden ingin mengetahui apakah di Sumatera Selatan para korban kabut asap mendapatkan penanganan yang  sesuai,“ jelasnya.

Selain mengunjungi TPA Pinguin, Fernandez juga memantau Puskesmas Pakjo, di sini Fernandez mempertanyakan berapa pasien yang telah terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Selama bulan Juli ada 502 orang  pasien yang terkena ISPA yang terdiri dari 48 balita, 109 anak-anak dan 345 orang dewasa, pada bulan Agustus tercatat 528 orang tetapi pada bulan September berkurang  menjadi 300 orang, “ ungkap Nina, petugas kesehatan di Puskesmas Pakjo.

Selesai ke Puskesmas Pakjo Fernandez  juga  melakukan dialog dengan anak-anak di Sekolah Islam Terpadu Harapan Mulia Palembang. Dia menyampaikan kepada para siswa agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan juga jangan lupa untuk menggunakan masker. #rel/idz

 

x

Jangan Lewatkan

Sumsel Siaga Musim Hujan

Palembang, BP Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Banjir dan Tanah Longsor tahun ...