Home / Sumsel / Dampak Kemarau, Padi Terparah Tapi Produksi Jauh Meningkat

Dampak Kemarau, Padi Terparah Tapi Produksi Jauh Meningkat

Palembang, BP
IMG-20151012-02848Kemarau panjang yang terjadi hingga kini di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terparah dialami tanaman padi, terutama di daerah-daerah pasang surut.
“Kekeringan tanaman padi yang paling parah itu di daerah-daerah pasang surut,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel Erwin Noor Wibowo, Senin (12/10), usai rapat dengan Komisi II DPRD Sumsel.
Dijelaskannya, lahan pasang surut di Sumsel pertama memang ada airnya, tetapi airnya sedikit sehingga tidak bisa dimanfaatkan, karena pengaruh air laut masuk ke sungai sehingga kalau dimanfaatkan untuk tanaman maka tanamannya mati.
“Sampai saat ini kita masih menunggu datangnya musim hujan untuk pertanaman dan hampir di beberapa lokasi dimundurkan, guna menghindari kerusakan yang lebih parah,” katanya.
Sedangkan total lahan tanaman padi yang mengalami kekeringan di Sumsel  cukup luas atau sekitar 20 ribuan hektar lebih. “Untuk daerah yang ada sumber air irigasi seperti di Musirawas di sana masih sempat panen dan ada pertanaman muda tidak kering, karena ada sumber air,” katanya.
Apakah ada dampak kekeringan itu pada produksi di Sumsel? Ia menyatakan, kalau dilihat dari angka produksi Sumsel pada 2015 ini bukannya turun melainkan meningkat jauh.
“Kalau tahun kemarin angka produksi kita mencapai 3,67 juta ton gabah kering giling, sedangkan pada tahun ini berdasarkan anggaran ramalan kita mencapai 4,2 juta ton, jadi masih meningkat,” katanya. Angka yang gagal panen atau puso itu tidak berpengaruh pada produksi Sumsel karena yang kekeringan sebagian saja.#osk


bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Terkejut Tanah Depan Pasar 16 Ilir Retak, Keluar Lumpur

Palembang, BP Pedagang Pasar 16 Ilir,  Palembang terkejut dan sempat menyangka terjadi gempa akibat getaran sebelum retaknya jalan dan keluarnya ...