Home / Palembang / Perumnas: Soal Penyewa Tergantung Pemilik

Perumnas: Soal Penyewa Tergantung Pemilik

GENARAL Manager Perum Perumnas Rohmad Budiyanto mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan sosialisasi kepada pemilik rusun. Pemilik tidak dikenakan biaya lain, sehingga ketentuan sistem sewa ada pada pemilik.

“Iya, itu sudah kebijakan pemilik, karena pemilik yang memiliki rusun ini. Kami tidak bisa apa-apa, untuk penyewa adalah kebijakan pemilik,” singkat dia kepada BeritaPagi melalui ponselnya.

Tidak jauh berbeda, Manager Proyek Rusunami Perum Perumnas Leo Manurung mengatakan, pihaknya menyerahkan kepada pemilik terhadap kebijakan kepada penyewa. “Pemilik sebenarnya yang memiliki kewewenangan ini. Memang ini berdampak pada sosial ekonomi masyarakat yang sudah lama tinggal, namun inilah kondisinya,” kata Leo.

Leo menjelaskan peremajaan ini harus dilakukan, sebab wajah Kota Palembang menjadi kurang baik dengan kondisi rusun saat ini, sehingga pemerintah memutuskan sudah layak direvitalisasi.

“Memang ada dampak-dampak yang terjadi terhadap pembangunan, namun soal penyewa ini sepenuhnya hak pemilik, jika memang pemilik berkenan seharusnya memang disewakan lagi kepada penyewa lama, namun itu kebijakan pemilik, bukan kami,” terangnya.

Jangan Korbankan Rakyat Kecil

Pemerhati masalah perkotaan yang juga kontraktor dan mantan anggota DPRD Sumsel, Sakim MD,  menilai Perumnas harus berpikir untuk kesejahteraan rakyat sesuai pasal 33 UUD 1945.
“Jangan  berpikir untung saja lalu mengorbankan  rakyat kecil. Lakukan penataan lingkungan untuk 100 tahun ke depan, jangan asal buat saja,” katanya, Jumat (9/10).

Sakim menuding Perum Perumnas sudah berpaham kapitalis karena tidak memikirkan kepentingan masyarakat banyak. Karena itu, menurutnya, Pemko Palembang harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau  tak mampu, Gubernur Sumsel harus turun juga.
“Seharusnya pihak Perumnas membuka dialog dengan rakyat tujuannya untuk kesejahteraan rakyat itu sendiri,” katanya. #tim

Tahap Peremajaan Rusun

–  Dari 3.584 kamar akan dibangun 9.049 kamar berbagi type.

-Setiap tower dibangun 20 lantai terdiri dari 53 blok .

-Luas pembangunan 24 hektar

-Rusunawa akan menjadi rumah susun sederhana milik (rusunami)

-Pembangunan mirip apartemen megah, bediri banyak ruko, ruang publik dan banyak food court.

-Lama pembangunan 2 tahun.

-Groundbreaking Desember 2015.

-Uang pengganti kepada pemilik selama proses pembangunan:

– Type 18 Rp5 juta/tahun

– Type 36 Rp7,5 juta /tahun

– Type 54 Rp10 juta / tahun

 

x

Jangan Lewatkan

Ratusan Koperasi Tinggal Papan Nama

Palembang, BP — Pertumbuhan koperasi di Kota Palembang terbilang cukup signifikan terutama yang dibentuk oleh masyarakat. Dari total 1082 hampir setengahnya ...