Home / Headline / ‘No’ Mesum di Taman Kota

‘No’ Mesum di Taman Kota

Kendati dinilai masih kurang, pemerintah sudah menyediakan beberapa taman kota di Palembang untuk dimanfaatkan dalam hal yang positif, bukan untuk tempat pacaran atau berbuat mesum.

Taman Kota Ni mesum

SEJUMLAH taman di Kota Palembang dibiayai dengan dana pembangunan yang berasal dari kas daerah. Pembangunan tidak menelan biaya yang sedikit, sementara kas daerah bersumber dari penerimaan masyarakat. Haruskah kita merusak dan salah memanfaatkannya?Di satu sisi masih kurang terawatnya taman kota, di sisi lain masih belum terciptanya kesadaran masyarakat menjaga fasilitas umum ini. Sejumlah taman kota terpantau sudah banyak yang luluh lantak, bahkan masih dimanfaatkan dalam hal negatif.

Kepala Dinas Tata Kota Palembang Isnaini Madani mengatakan taman kota ini untuk penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang saat ini masih belum banyak di Kota Palembang. Mengurangi panas kota yang disebabkan banyak hal seperti polusi dan hal lain seperti dampak pembangunan.

“Banyak manfaat taman kota dibangun pemerintah, selain sebagai taman bermain ada juga dijadikan tempat jogging track. Pemerintah terus berupaya memperbanyak taman agar udara di Kota Palembang makin teduh,” kata Isnaini.

Untuk itulah, pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak salah memanfaatkan RTH ini. Apalagi merusak, membuang sampah sembarang, hingga berbuat mesum di taman kota.

“Taman Kota ini untuk hal yang positif, pemerintah akan memperketat aturan termasuk pengawasan terhadap pemanfaatan taman kota ini, jangan sampai ada merusak apalagi berbuat mesum di kawasan ini,” katanya.

Kepala Sat Pol PP Kota Palembang Tatang Duka Direja menegaskan akan memperketat patroli rutin terutama pada taman kota. Jika tertangkap tangan mesum di taman kota, maka pihaknya akan memanggil orangtua pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Peran orangtua memberi nasehat kepada anak-anak apalagi usia sekolah yang perlu kami tekankan dalam hal ini, kami akan beri ingatkan jika tertangkap tangan selanjutnya kami akan mediasi agar tindakan ini tidak terulang lagi,” kata Tatang.

Bagaiamana proses selanjutnya, Tatang mengatakan pelaku mesum akan dilakukan sidang yusitisi karena dianggap melanggar ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Sehingga pihaknya harus memberlakukan sanksi kepada pelaku.

“Umumnya sanski administratif, sehingga diharapkan nantinya hal ini tidak terulang lagi, tapi jika tetap membandel malah makin parah, maka akan dilaporkan ke pihak berwajib,” kata Tatang.

Sejauh ini, Tatang mengatakan patroli yang dilakukan pihaknya beberapa kali menangkap tangan pelaku mesum, seperti di kawasan Jakabaring. Hanya saja masih dapat ditolelir dan tidak melakukan hal tersebut setelah dimediasi pihak keluarga.

Fisikologi Wulan Nuraini mengatakan perilaku menyimpang dilakukan di tempat umum menurutnya sudah merupakan kebiasaan masyarakat yang merasa tidak asing lagi untuk dilakukan. Indikasinya, jika hal tersebut sudah sering dilakukan di tempat yang lebih private.

“Kebiasaan negatif ini sebenarnya yang harus dicegah orangtua, anak masih sekolah jangan dibiarkan sering keluar malam, jangan dibiarkan ke luar malam tanpa ada pendamping atau orang yang dipercaya,” katanya.

Dikatakan, awalnya mungkin hanya coba-coba, hanya ingin tau rasanya bagaimana. Setelah itu terbiasa, maka ada upaya untuk melakukan penyimpangan ini di tempat yang terbuka.

“Kesempatan yang membuat oknum masyarakat ini bisa mesum di taman kota, atau mereka ini dibiarkan karena orangtuanya memang sudah tidak peduli,” jelas dia.

Terhadap sikologis anak, menurutnya memang ini perlu tindakan dari orangtua atau petugas. Efek jera biasanya dari tindakan. Hanya saja ada type anak yang menyikapi suatu tindakan dengan positif. Namun ada juga yang tidak terima dan malah berontak.

“Sikologis anak itu tergantung kebiasaan yang diajarkan orangtua, semakin banyak sikap mandiri yang diajarkan, maka mental anak semakin tanggung, kemungkinan untuk melakukan hal menyimpang makin kecil,” tukas dia.#idz

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Cawagub Selingkuh Tak Layak Dipilih

Jakarta, BP–Masyarakat Sumatera Selatan diharapkan lebih cerdas dalam memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Di antaranya, dengan tidak memilih ...