Home / Palembang / Investor Korsel Jajaki Sumsel

Investor Korsel Jajaki Sumsel

Palembang, BP
Korea Selatan mulai menjajaki Sumatera Selatan untuk melihat seberapa besar potensi investasi yang bisa ditanamkan mereka di Bumi Sriwijaya. Para pengusaha Negeri Ginseng tersebut mengincar pengembangan infrastruktur dan pembangkit energi listrik.

Staf Ahli Bidang Transportasi dan Pariwisata Pemprov Sumsel M Jhonson mengatakan, beberapa investor bridging yang menjembatani dan mencari pengusaha Korsel untuk menanamkan modalnya telah menyambangi dan telah
beberapa kali meninjau Sumsel.

“Nantinya mereka akan membawa para investor yang kredibel untuk membangun infrastruktur seperti di bidang pembangkit listrik, perkeretaapian, otomotif, pipanisasi gas, dan pupuk,” ujarnya, usai pertemuan dengan Buckingham Investment Ltd, Kamis (8/10).

Salah satu proyek yang ditengah dibidik investor adalah pembangkit listrik di Kabupaten Banyuasin dengan kapasitas 2×115 megawatt. Pembangkit tersebut digunakan untuk energi penerangan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin.

“Sebetulnya mereka sudah ke sini sejak setahun yang lalu untuk melihat potensi investasi di bidang apa saja, salah satunya didapat proyek pembangkit listrik tersebut,” jelasnya.

Dia mengatakan investor yang akan menggarap proyek itu adalah BUMN Pemerintah Korsel yang bergerak di bidang kelistrikan, yaitu Korea Electric Power Corporation (KEPCO). Skema investasi yang bakal digunakan pemilik modal itu adalah foreign direct investment sehingga pemprov hanya akan berperan sebagai fasilitator.

Untuk pembiayaan proyek, rencananya bank asal Korsel juga terlibat sebagai penyandang dana. Menurut Jhonson perbankan Korsel tersebut akan berkunjung ke Sumsel untuk membahas lebih lanjut pembiayaan proyek di provinsi itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Provinsi Sumsel Sofyan Aripanca mengatakan investor yang ingin menanamkan modalnya di Sumsel saat ini masih cukup kuat. Produktivitas investasi di Sumsel tak mengalami penurunan walaupun sejumlah sektor dipastikan mengalami kerugian.

“Gairah investasi masih cukup baik, selain ada banyak investor baru datang, para investor yang lama juga banyak mengembangkan lagi bidang usahanya ke sektor lainnya di sini, tidak ada yang malah pergi,” tuturnya.

Masih tingginya minat investasi ditengah bencana kabut asap yang melanda Sumsel juga berkat adanya percepatan yang dilakukan dari berbagai sektor. Salah satunya, dengan dihadirkannya kemudahan bagi investor melalui layanan pengurusan Izin Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) oleh BP3MD.

“Ditengah kondisi demikian, tentu kita tak mau para Investor berpikir lama untuk tanam modal. Makanya semua sektor sudah mendukung terhadap percepatan investasi yang masuk,” jelasnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BP3MD Sumsel Evi Lasmawati menambahkan, target investasi di Sumsel juga masih on track. Pihaknya sendiri tetap optimis dapat merealisasikan target investasi sebesar Rp18,85 triliun yang ditargetkan tahun ini.

Sampai saat ini, angka capaian investasi di Sumsel sudah mencapai sebesar Rp11,3 triliun. “Pada semester I lalu target investasi sudah diraih sebesar Rp9,66 triliun. Dari capaian ini investasi bidang perkebunan masih mendominasi mencapai 50 persen, sedangkan sisanya ada di sektor jasa dan industri,” ungkapnya.

Evi memaparkan, dari total target investasi tersebut masih didimonasi oleh sektor asing (PMA) yang menembus angka Rp7,5 triliun. Sementara untuk modal dalam negeri (PMDN) baru menyentuh Rp2,12 triliun.

Adapun jumlah perusahaan di dalam modal asing mencapai 73 perusahaan dan dalam negeri sebanyak 42 perusahaan. Ada penambahan sebanyak 6 perusahaan baru dibandingkan tahun lalu.

Sektor investasi yang sangat perlu dikejar saat ini yakni industri hilirisasi. Sektor ini perlu dikembangkan untuk mendukung produk dan hasil perkebunan di Sumsel yang cukup melimpah. Agar bidang perkebunan sebagai investasi yang mendominasi ini dapat terimbangi, Sumsel memang perlu memperbanyak investasi di hilirisasi. #idz

x

Jangan Lewatkan

Pemkot Tanggung 18 Persen Bunga Pinajaman 1000 UKM

Palembang, BP — Pemerintah Kota Palembang menanggung bunga 18 persen pertahun dari dana pinjaman 1000 Usaha Kecil Menengah (UKM) tahun ini. ...