Home / Headline / Asap Tak Pengaruh, Investasi Sumsel Masih Kuat

Asap Tak Pengaruh, Investasi Sumsel Masih Kuat

Palembang, BP

BP/ARRACHIM KABUT ASAP PEKAT-Kabut asap yang menyelemiti Kota Palembang kian pekat, Selasa (6/10)

BP/ARRACHIM

Kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Selatan sejak akhir Agustus
lalu sedikit memberikan pengaruh sektor perekonomian, hanya saja iklim
investasi masih cukup kuat.

Kepala Bidang Pengembangan Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman
Modal Daerah (BP3MD) Provinsi Sumsel Sofyan Aripanca mengatakan, bencana kabut asap bukanlah salah satu hambatan berarti bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Sumsel. Produktivitas investasi di Sumsel tak mengalami penurunan walaupun sejumlah sektor dipastikan mengalami kerugian akibat kabut asap.

Menurutnya, hal itu terjadi karena bencana asap di Sumsel hanya bersifat insidental sehingga tak akan mengurangi minat para investor yang ingin menanamkan modalnya.

“Gairah investasi belum terpengaruh karena adanya asap yang melanda di Sumsel. Buktinya, selain ada banyak investor baru datang, para investor yang lama juga banyak mengembangkan lagi bidang usahanya ke sektor lainnya
di sini. Tidak ada yang malah pergi,” tuturnya, Rabu (7/10).

Masih tingginya minat investasi di tengah bencana kabut asap yang melanda Sumsel juga berkat adanya percepatan yang dilakukan dari berbagai sektor. Salah satunya, dengan dihadirkan kemudahan bagi investor melalui layanan
pengurusan Izin Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) oleh BP3MD.

“Di tengah kondisi demikian, tentu kita tak mau para investor berpikir lama untuk tanam modal. Makanya semua sektor sudah mendukung terhadap percepatan investasi yang masuk,” jelasnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BP3MD Sumsel Evi Lasmawati menambahkan, target investasi di Sumsel juga masih on track. Pihaknya sendiri tetap optimis dapat merealisasikan target investasi sebesar Rp18,85 triliun yang ditargetkan tahun ini.

Sampai saat ini, angka capaian investasi di Sumsel sudah mencapai sebesar Rp11,3 triliun. “Pada semester I lalu target investasi sudah diraih sebesar Rp9,66 triliun. Dari capaian ini investasi bidang perkebunan masih mendominasi mencapai 50 persen, sedangkan sisanya ada di sektor jasa dan industri,” ungkapnya.

Evi memaparkan, dari total target investasi tersebut masih didimonasi oleh sektor asing (PMA) yang menembus angka Rp7,5 triliun. Sementara untuk modal dalam negeri (PMDN) baru menyentuh Rp2,12 triliun. Adapun jumlah perusahaan di dalam modal asing mencapai 73 perusahaan dan dalam negeri sebanyak 42 perusahaan. Ada penambahan sebanyak enam perusahaan baru dibandingkan tahun lalu.

Sektor investasi yang sangat perlu dikejar saat ini yakni industri hilirisasi. Sektor ini perlu dikembangkan untuk mendukung produk dan hasil perkebunan di Sumsel yang cukup melimpah. Agar bidang perkebunan sebagai investasi yang mendominasi ini dapat terimbangi, Sumsel memang perlu memperbanyak investasi di hilirisasi.

“Dengan begitu, produk-produk hasil perkebunan Sumsel  yang dalam bentuk primer bisa jadi barang produksi memiliki nilai jual lebih tinggi,” jelasnya. #idz

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...