Home / Headline / Tanpa Bencana Asap, Kasus ISPA Tetap Terjadi

Tanpa Bencana Asap, Kasus ISPA Tetap Terjadi

Palembang, BP
Ibu LestiKasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selalu ada walaupun tidak ada bencana asap. Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel sejak bulan Januari 2015 pun selalu ada kasus ISPA dan jumlahnya juga tidak terlalu jauh berbeda karena tidak ada kenaikan yang signifikan akibat bencana kabut asap di Sumsel.

Mengenai jumlah kasus ISPA Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy menjelaskan, untuk Provinsi Sumsel tahun 2015 pada bulan Agustus sebanyak 31.899 kasus, September 26.462 dan diawal Oktober ini sebanyak 2.027 kasus, Terbanyak di kota Palembang tercatat pada bulan agustus 17.182 dan September 15.474 kasus, ini dikarenakan jumlah penduduk kota Palembang lebih banyak di banding daerah lain di Sumsel.

“Kita selalu mengimbau kepada masyarakat melalui media agar selalu menerapkan pola hidup bersih sehat serta cerdik dan jeli dalam menghadapi bencana asap, artinya kita menghindari asap, jangan keluar rumah jika tidak penting kalaupun harus keluar disarankan menggunakan masker,” Terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (06/10).

Lesty Nurainy menjelaskan, Dibandingkan tahun lalu jumlah pasien penyakit ISPA tahun ini jauh menurun dikarenakan masyarakat sudah bisa menyikapi bencana kabut asap.
Upaya yang sudah dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, Pihaknya sudah memberikan surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota agar dapat  mensiagakan Puskesmas dan Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan kepada pasien, baik siaga dalam ketenagaan maupun siaga terhadap ligistik (obat-obatan).

“Jumlah puskes yang siaga di kabupaten/kota terutama untuk wilayah yang terjadi kebakaran yakni Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 25 puskes dengan 8 pelayanan rawat inap. Ogan Komering Ilir (OKI) 29 Puskes dengan 14 rawat inap, Banyuasin 29 puskes 24 rawat inap, Sedangkan Kota Palembang semua puskes non-rawat inap sebab di kota Palembang banyak rumah sakit yang keseluruhannya 24 jam. Sementara untuk Kabupaten Muba sebanyak 28 Puskes dengan tujuh puskesmas yang melayani 24 jam semua siaga melayani masyarakat bahkan di Kabupaten Muba  pihaknya melakukan pengobatan langsung kelapangan,” terang Lesty Nurainy.

Lanjut Lesty Nurany, upaya lain yang sudah dilakukan Dinkes Provinsi Sumsel yakni dengan buffer stok masker, serta pembagian masker dengan turun langsung ke lapangan.

“Untuk stok masker cukup banyak tersedia, jadi masyarakat dapat meminta langsung bisa melalui LSM, Organisasi Sosial, Universitas, Sekolah bahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga tersedia, Sampai saat ini di Provinsi Sumsel sudah dibagikan 108.300 masker dan stok masih tersedia sekitar 275.000 masker.  Bahkan akan ada bantuan lagi dari Kementrian Kesehatan selain dari pengadaan Dinas Kesehatan sendiri,” ujarnya

Terkait standar masker yang di istribusikan, Lesty Nurainy mengatakan, pihaknya juga memiliki stok masker N95 namun tidak sebanyak masker standar biasa. Menurutnya, “Masker standar ini juga cukup baik digunakan, yang terpenting adalah sikap kita yang jeli agar menghindari terpapar langsung dengan asap,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai pasien yang meninggal akibat ISPA Lesty menjelaskan, Sampai saat ini Dinkes Provinsi Sumsel tidak mendapatkan laporan adanya penderita ISPA yang meninggal bahkan pihanyak telah menanyakan langsung ke rsmh belum ada pasien yang meninggal akibat gagal pernapasan. “Bisa dikonfirmasi langsung Kepihak RSMH Palembang bagaimana kondisinya. Yang pasti sampai saat ini belum ada laporan pasien ISPA yang meninggal,” katanya.#has

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...