Home / Headline / Kantor Disbudpar Sumsel Ditembak

Kantor Disbudpar Sumsel Ditembak

Palembang, BP

Kantor Disbudpar Sumsel Ditembak (1)Saat menggelar rapat dengan PHRI dan Polsri, Kantor Disbudpar Sumsel dihebohkan tembakan misterius. Polisi terus melakukan penyelidikan guna mengungkap aksi penembakan ini.

 Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel di Jalan Demang Lebar Daun, Kav IX Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang, mendadak heboh setelah ada tembakan misterius, Senin (5/10) sore. Akibatnya dua kaca jendela ruang rapat di lantai dua persis di sebelah ruangan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga terdapat dua lubang yang diduga bekas tembakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penembakan itu terjadi saat berlangsung rapat pembentukan Sertifikasi Usaha (LSU) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Disbudpar Palembang dan Politeknik Negeri Sriwijaya. Setelah mendengar tembakan, orang yang berada di dalam gedung langsung keluar.

Menurut keterangan seorang saksi yang juga anggota Satpol PP Sumsel, kejadian itu terjadi sekitar pukul 16.23. “Kalau dilihat dari rekaman CCTV, aksi penembakan terjadi saat pegawai sedang rapat dan mereka langsung turun untuk mengecek,” ujarnya.

Mendapat informasi adanya penembakan, aparat kepolisian dari Polsek IB I dan Satreskrim Polresta Palembang langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun, saat wartawan ingin melakukan peliputan ke dalam ruangan, tiba-tiba seorang pegawai yang diketahui bernama Khairul berusaha menghalangi.

“Tidak usah diberitakan, malu-maluin saja. Acara yang di Bukit Siguntang saja tidak diberitakan yang kayak ini malah diberitakan,” ungkapnya seraya merangkul wartawan untuk pergi meninggalkan ruangan.

Bahkan petugas identifikasi Polresta Palembang yang datang ke lokasi kejadian, sempat kesulitan dan tidak bisa masuk karena seluruh gedung terkunci dan dikabarkan kalau petugasnya sedang ke kantor polisi untuk membuat laporan.

Sementara itu, Iwan salah seorang keluarga penjaga kantin di area belakang Gedung Disdbupar mengatakan, sempat mendengar dua kali suara ledakan. “Suasana tadi sedang sepi, rata-rata pegawai lainnya sudah pulang, tapi ada yang rapat saat suara itu terdengar,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede didampingi Kasubdit III Jatarnas, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel AKBP Irsan Samiaji, serta Kapolsek IB I AKP God Parlaslo Sinaga, mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan juga memanggil Labfor Forensik Cabang Palembang.

“Saat ini kita masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti yang ada. Serta kita juga menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor, sehingga dapat diketahui penembakan atau bukan, serta dilakukan dari luar atau dalam,” katanya.

Menurut Maruly, selain melakukan olah tempat kejadian perkara, tim Laboratorium Forensik Cabang Palembang juga sudah mengamankan satu buah daun jendela bekas penembakan. Serta pihaknya juga masih akan mendalami hasil rekaman CCTV dan informasi awal saat kejadian sedang berlangsung rapat.

“Besok (hari ini-red) kita kembali akan melakukan penyisiran di Disbudpar Sumsel, untuk mencari bukti lain. Hingga saat ini, pihak Disbudpar Sumsel belum melapor. Namun, untuk sementara kita telah memintai keterangan satu saksi, berinisial AR,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga membenarkan adanya pecahan kaca berbentuk bulat, seperti akibat tembakan peluru. Namun dirinya belum bisa memastikan hal tersebut tembakan atau bukan.

“Suaranya bukan seperti tembakan, melainkan hanya seperti lemparan kaca sebanyak tiga kali lemparan. Dan kacanya tidak pecah, hanya ada serpihan,” jelas Irene.

Saat kejadian berlangsung, Irene sedang berada di dalam ruang rapat sejak pukul 15.00. Sedangkan kejadian itu terjadi pada pukul 16.30. “Kejadian tersebut telah kami laporkan kepada pihak kepolisian,” tandasnya.

Disinggung soal motif penembakan, Irene tidak bisa berkomentar banyak karena dia tidak tahu jika suara itu berasal dari tembakan. Dia pikir suara itu hanya pecahan kaca.

“Tidak tahu soal motif dan belum terpikir ke arah sana,” kata Irene yang sudah berada di Jakarta untuk rapat.#ris/idz

x

Jangan Lewatkan

Program 10 Ribu Kartu BPJS, Walikota Pangkalpinang Kembali Raih Penghargaan

# Untuk Ketiga Kalinya Palembang, BP Upaya untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat kota Pangkalpinang melalui berbagai program salah satunya program ...