Home / Headline / Hari ini BMKG Perkirakan Hujan Guyur Sumsel

Hari ini BMKG Perkirakan Hujan Guyur Sumsel

Palembang, BP

BP/ARRACHIM KABUT ASAP PEKAT-Kabut asap yang menyelemiti Kota Palembang kian pekat, Selasa (6/10)

BP/ARRACHIM
KABUT ASAP PEKAT-Kabut asap yang menyelemiti Kota Palembang kian pekat, Selasa (6/10)

Segala upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di Sumatera Selatan sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel dan jajarannya. Hujan yang ditunggu-tunggu masyarakat Sumsel, diprakirakan akan turun hari ini hingga dua hari kedepan.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Agus Santosa mengatakan gerimis yang terjadi belakangan udara yang kering karena asap, sehingga awan cepat menguap.

Pihaknya memprakirakan hujan turun hari ini hingga dua hari ke depan. Kemarin, Selasa(6/10) awan hujan terpantau terbentuk di Selat Bangka dan Pantai Timur Ogan Komering Ilir (OKI) dengan potensi intensitas hujan 0,1 mm/hari hingga 25,1 mm/hari.

“Namun awan penghujan datang beriringan dengan resiko kabut asap yang semakin tebal. Seperti yang terjadi Sabtu (19/9) lalu. Awan hujan dan asap, sama-sama kiriman dari Selat Karimata,” ujarnya, Selasa (6/10).

Pada Rabu (7/10) hari ini, perkiraan hujan turun hampir di seluruh wilayah Sumsel. Wilayah OKI terpantau sebagian tidak terkena hujan. Intensitas hujan diperkirakan ringan dari 2-5 mm/hari. Hujan diprakirakan lebat di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Kamis (8/10), prakiraan hujan turun lebih lebat dari hari sebelumnya. Secara merata, hujan diprakirakan terjadi di seluruh wilayah Sumsel dengan intensitas hujan 2-10 mm/hari. Jumat (9/10), hujan diprakirakan akan tetap turun namun dengan intensitas yang sama seperti Rabu yakni 2-5 mm/hari.

“Mudah-mudahan ada hujan walau akan membuat lebih pekatnya asap,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Sumsel pada September lalu menurun dari bulan sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy menjelaskan, pada Agustus ditemukan sebanyak 31.899 kasus ISPA, sementara September 26.462.

Dari awal hingga hari ini, pada Oktober sebanyak 2.027 kasus. Kota terbanyak penemuan kasus ISPA yakni Palembang. Di Kota Pempek tersebut, tercatat 17.182 pada Agustus dan September 15.474 kasus. Palembang menjadi yang terbanyak karena jumlah penduduknya yang lebih banyak daripada kabupaten/kota lain di Sumsel.

“Kita selalu mengimbau kepada masyarakat melalui media agar selalu menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS) serta cerdik dan jeli dalam menghadapi bencana asap. Artinya kita menghindari asap jangan keluar rumah jika tidak penting kalaupun harus keluar disarankan menggunakan masker,” terangnya.

Lesty menjelaskan, dibandingkan tahun lalu jumlah pasien penyakit ISPA tahun ini jauh menurun dikarenakan masyarakat sudah bisa menyikapi bencana kabut asap.

Dinas Kesehatan Sumsel sudah memberikan surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar dapat menyiagakan puskesmas dan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada pasien, baik siaga dalam ketenagaan maupun siaga terhadap logistik (obat-obatan).

“Jumlah puskesmas yang siaga di Kabupaten/Kota terutama untuk wilayah yang terjadi kebakaran yakni Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 25 puskesmas dengan 8 pelayanan rawat inap. Ogan Komering Ilir (OKI) 29 puskesmas dengan 14 rawat inap, Banyuasin 29 puskes 24 rawat inap,” urainya.

Sedangkan Kota Palembang, seluruh puskesmas non rawat inap disiagakan sebab di Palembang banyak rumah sakit yang beroperasi 24 jam. Sementara untuk Kabupaten Muba, sebanyak 28 puskesmas dengan tujuh yang melayani 24 jam.

“Semua siaga melayani masyarakat bahkan di Kabupaten Muba, Dinas Kesehatannya melakukan pengobatan langsung ke lapangan,” terangnya.

Upaya lain yang sudah dilakukan Dinkes Provinsi Sumsel yakni dengan bufferstok masker, serta pembagian masker dengan turun langsung ke lapangan. Sampai saat ini, Dinkes Sumsel sudah membagikan 108.300 masker dan stok masih tersedia sekitar 275.000 masker.

Hingga saat ini Dinkes Sumsel belum mendapatkan laporan adanya penderita ISPA yang meninggal. “ Bisa dikonfirmasi langsung kepada pihak RSMH Palembang bagaimana kondisinya. Yang pasti sampai saat ini belum ada laporan pasien ISPA yang meninggal,” pungkasnya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Ada Pangamanan Khusus Mikroteks Di Surat Suara

Palembang, BP Surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel akan diberi pengamanan khusus berupa mikroteks dengan huruf tenggelam. Pengaman ...