Home / Palembang / November Listrik Sampah Uji Coba

November Listrik Sampah Uji Coba

Palembang, BP

Tidak kunjung operasional penuh, listrik sampah atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) akan uji coba. Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang memastikan akhir November mendatang warming-up selesai dilakukan.

Kepala DKK Agoeng Nugroho mengatakan, jika sudah selesai dilakukan uji coba maka akan dalam waktu dekat akan dioperasionalkan secara penuh. Dia mengatakan, nantinya listrik yang dihasilkan oleh PLTSa tersebut akan dikelola pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan akan disalurkan kepada warga sekitar.

Untuk lebih lanjut, dirinya enggan mengatakan sejauh mana proses kerja sama dengan PLN, sebab hasil uji coba belum ada hasil. “Nanti saja ya, jika sudah selesai di warming-up,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun BeritaPagi, proses warming up sudah mencapai 216 kilowatt dari total 500 kilowatt atau sekitar 10 rumah. Pihak DKK terus melakukan sampai mencapai 500 kilowatt.

Setelah dilakukan uji coba PLTSa baru dapat dioperasionalkan. Pemerintah Kota sendiri menargetkan tahun ini PLTSa tersebut sudah dapat beroperasi penuh.

Jika sudah dapat beroperasi maka sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) dapat menikmati listrik murah tersebut. Untuk diketahui, PLTSa ini merupakan proyek percontohan pengelolaan sampah yang merupakan bantuan dari Kementrian ESDM.

Selain itu, kata Agung, saat ini PLTSa sekarang baru pada tahap pembinaan, dan tahun ini akan dioperasikan. “Semuanya akan terus kita kembangkan, kemungkinan pada akhir bulan ini semua akan mulai berjalan,” jelasnya.

Disinggung mengenai retribusi PAD, sejak setahun berdiri DKK sudah mencapai pada target, yakni 4,2 miliar. Kami berupaya terus untuk menaikkan retribusi, dan kemungkinan akan terus bertambah,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PLTSa pengerjaannya dilakukan sejak 2014 lalu, ditarget beroperasional penuh pada Desember 2014. Saat ini masih dalam tahap uji coba untuk penerangan kantor dan tinggal pemantauan badan yang akan mengelola listrik tenaga sampah ini.

Operasional listrik sampah ini cukup alot, padahal semua fasilitas mesin yang diberikan Kementerian ESDM sudah lama. Sementara calon pengelola listrik sampah ini adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J).

Pemerintah Kota Palembang saat ini masih membahas tentang mekanisme termasuk penerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  Keterlibatan DKK hanya sebagai objek pengelolaan dengan emelihara rutin bahan baku yang akan diolah termasuk menjaga lingkungan pengolahan agar produksi listrik dapat dimaksimalkan. #ren

x

Jangan Lewatkan

Ratusan Koperasi Tinggal Papan Nama

Palembang, BP — Pertumbuhan koperasi di Kota Palembang terbilang cukup signifikan terutama yang dibentuk oleh masyarakat. Dari total 1082 hampir setengahnya ...