Home / Headline / Laga Kandang SFC Tidak di GSJ

Laga Kandang SFC Tidak di GSJ

Promotor Piala Presiden 2015, Mahaka Sports and Entertainment telah menetapkan tidak akan menggelar leg kedua semifinal di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang.

Palembang, BPdodi

“Pihak Mahaka Sports selaku penyelenggara turnamen menolak laporan kondisi cuaca di Palembang dan rekomendasi penyelenggaraan leg kedua di Palembang,” ujar Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid, Senin (5/10).

Faisal menyampaikan, pihaknya telah mengirimkan laporan kondisi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Kenten Palembang dan juga surat rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup Palembang.

Setelah mengirimkan surat itu, kami dikirim balasan dari pihak Mahaka, dan ternyata mereka menolak rekomendasi kami untuk bermain di Palembang,” kata Faisal.

Mahaka Sports and Entertainment menolak lewat sepucuk surat fax yang masuk Senin (5/10) sore. Manajemen SFC legowo atas keputusan promotor turnamen.

“Tapi dipindahkan dimana belum diketahui, masih sebatas Palembang tidak bisa menjadi tuan rumah karena kabut asap,” kata Faisal.

Baca:  Problem Lini Tengah

Disoal apakah laga akan digelar di Stadion Mahanan, Solo, Faisal mengatakan, stadion itu menjadi salah satu alternatif. Ada Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Stadion Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Kapten Dipta Gianyar, Bali.

“Kami belum tahu, besok mungkin baru akan ditetapkan,” kata Faisal.

Adanya wacana dari promotor Piala Presiden 2015, Mahaka Sport and Entertaiment, memindahkan home base SFC menjamu Arema Crounus di leg kedua partai semifinal ke Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Minggu (11/10) mendatang, menuai protes keras suporter Laskar Wong Kito.

Ketua Umum Sriwijaya Mania (S-Man) Sumsel Eddy Ismail menyatakan, Solo bukanlah tempat yang netral untuk menjalani pertandingan yang memperebutkan tiket final tersebut. Pasalnya jarak Kota Malang, markas Arema Cronous, dengan Solo kurang lebih 272 kilometer (km).

Baca:  Rayakan Natal di Bandung

“Kami menolak mentah-mentah, Solo-Malang cuma memakan waktu enam jam, mereka, Aremania, dengan menggunakan motor saja sudah tiba di Stadion Manahan, Solo,” ujar Eddy geram.

Dia mengatakan, berkaca pada partai semifinal Inter Island Cup 2012, yang mempertemukan Arema dengan SFC, Stadion Manahan, hampir dipadati Aremania.

“Waktu itu saya juga sempat dipanggil Kapolres Solo, yang menanyakan berapa jumlah massa Sriwijaya, kita hanya kurang lebih 1.000 pendukung, sedangkan Aremania 15 ribu suporter, berbeda terbalik dari kita,” ujar ketum supporter SFC yang mendominasi Tribun Selatan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang itu.

Eddy menghimbau manajemen SFC, jika memang partai empat besar harus dimainkan di luar Kota Palembang, sebaiknya memilih Bandung sebagai tuan rumah.

“Stadion Gelora Bung Karno bagi kami juga tidak netral, karena koalisi The Jak dan Aremania, pasti mereka mendukung Arema. Kami memberikan saran ke manajemen untuk memilih stadion di Bandung, karena atmosfir laga sama seperti di Malang, panitia penyelenggara SFC tidak akan merugi, ini baru dikatakan netral,” kata Eddy.

Baca:  Widodo Bergerilya, Rene Albert Masih Diunggulkan

Hal senada disampaikan Ketua Umum Singa Mania Ariyadi Eko Nauri. “Format semifinal home-away (kandang-tandang), kalau misalnya bermain di Solo, tentu jadinya laga tandang-tandang, kami juga menolak kalau bermain di sana. Dan kami juga masih berharap laga tersebut masih bisa dimainkan di GSJ,” kata pria yang kerap disapa Dugong itu.

Wacana pemindahan laga kandang SFC, lantaran Palembang saat ini masih diselimuti kabut asap. “Kami sudah menentukan di Solo andaikan Palembang tidak memungkinkan. Tetapi, sebenarnya pihak Sriwijaya juga sudah berkomunikasi lebih dulu dengan pihak stadion,” kata CEO Mahaka Sports and Entertainment Hasani Abdul Gani.#zal

x

Jangan Lewatkan

Sumsel Siaga Musim Hujan

Palembang, BP Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Banjir dan Tanah Longsor tahun ...