Home / Headline / Kak Seto Geram Anak Dicekik Saat Sidang

Kak Seto Geram Anak Dicekik Saat Sidang

Palembang, BP

kak setoKasus perebutan hak asuh anak, ML (12) siswa kelas VII salah satu SMP di Kota Palembang oleh kedua orang tuanya EH dan HR yang berlangsung di Pengadilan Agama Jakabaring Palembang berakhir ricuh.

 

Pasalnya, ibu korban HR yang tak terima dengan situasi sidang kalap dan nekad mendorong serta mencekik anaknya ML sehingga menyebabkan bibir bagian dalam pecah dan meninggalkan tanda merah bekas cekikan di lehernya.

 

Sontak saja, Ketua Komisi Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto saat hadir dalam persidangan sebagai saksi ahli pun geram dan meminta majelis hakim agar didelegasikan menjadi mediator kasus tersebut yang berujung pada kedatangannya ke Mapolresta Palembang untuk melaporkan perbuatan ibu korban tersebut ke pihak berwajib.

 

“Pada intinya saya tidak berpihak, justru saya independen dan demi kepentingan terbaik bagi anak makanya kami melapor. Sementara ini korban masih menjalani pengobatan dan menderita traumatis akibat perbuatan ibunya yang tidak ramah serta cenderung menggunakan kekerasan. Saya ini sudah lebih dari lima tahun menangani kasus anak, saya akan semaksimal mungkin dalam hal ini,” katanya ditemui di Mapolresta Palembang, Senin (5/10).

 

Menanggapi perbuatan ibu korban tersebut, Kak Seto menilai perlu adanya perubahan dalam cara mendidik anak agar anak jangan kontra produktif. Tadi anaknya trauma dan berujar bahwa dirinya sangat membenci ibunya tidak sayang lagi pada ibunya. “Inilah akibatnya jika anak sudah mengalami kebencian yang mendalam, jadi memang harus ada mediasi dalam hal ini dan anak itu kita berikan perlindungan,” katanya.

 

Ia menilai perlunya peningkatan pengawasan dan perlindungan terhadap anak terlebih pada kasus penggusuran rumah pada lahan yang akan dibangun UIN Raden Fatah di kawasan Jakabaring. “Tadi saya sudah cek ke lokasi penggusuran, ada pelanggaran HAM di sini terlebih pada anak. Katakanlah warga salah karena tidak memiliki surat menyurat bangunan dan lahan, tapi pemerintah terkait harusnya menyediakan sarana yang layak bagi anak jangan sampai terlantar seperti itu. Saya lihat ada yang sakit dan Walikotanya saya harap untuk segera memerintahkan dinas kesehatan untuk memberikan bantuan,” harapnya.

 

Ketua KPAID Palembang, Adi Sangadi mengatakan, kasus yang menimpa korban ML memang sangat disayangkan pihaknya dimana sang ibu tega mendorong dan mencekik anaknya hingga mengalami luka dibagian bibirnya. “Jadi mendorong itu pakai kekuatan, anaknya sampai luka. Sudah kita obati dan divisum, juga sudah dilaporkan ke Polresta untuk ditindaklanjuti. Kita tentu akan kawal kasus ini,” katanya.#bel

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

HDMY Serahkan SK DPP Hanura ke Hakim

Palembang, BP–Sidang lanjutan  gugatan perkara nomor 39/G/2018/PTUN.PLG yang diajukan pegiat demokrasi, RM Ishak Badaruddin, SM,HK melalui tim advokasinya dari kantor ...