Home / Headline / 20% Tanaman Kota di Palembang Mati

20% Tanaman Kota di Palembang Mati

Palembang, BP

BP/MARDIANSYAH KEMARAU-Karena musim kemarau berkepanjangan kondisi rumput dan tanah ditaman Kambang Iwak Palembang mulai mengering dan retak,Senin (5/10)

BP/MARDIANSYAH
KEMARAU-Karena musim kemarau berkepanjangan kondisi rumput dan tanah ditaman Kambang Iwak Palembang mulai mengering dan retak,Senin (5/10)

Dampak kemarau panjang membuat sejumlah tanaman di jalan dan taman kota banyak yang layu. Bahkan Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan dan Pemakaman (DJJPP) Kota Palembang mencatat 20 persen tanaman mati dan harus dilakukan penyulaman.

Kepala DJJPP Kota Palembang Alex Ferdinandus mengatakan, pihaknya melakukan penyiraman tanaman sebanyak dua kali dalam sehari. Namun hal tersebut tetap membuat tanaman layu dan mati.

“Rata-rata tanaman yang mati tanaman yang belum lama ditanam. Paling banyak adalah tanaman hias. Akar tanaman disinyalir tidak terlalu kuat bertahan di musim kemarau saat ini,” kata Alex, Senin (5/10).

Dia mengatakan, kekurangan armada menjadi kendala terberat pihaknya dalam penyiraman tanaman. Saat musim penghujan 17 unit armada penyiram masih dapat meng-cover penyiraman taman di Kota Palembang, namun saat musim kemarau, armada yang diperlukan sangat tidak cukup.

Saat musim tidak kemarau satu hari sekali menyiram tidak ada masalah, unit kendaraan yang diperlukan pun masih bisa mengcover penyiraman di taman dan jalan. Namun saat musim kemarau saat ini, dua kali dalam sehari menyiram masih belum baik.

“Untuk dapat menjaga tanaman agar tidak layu dan mati, kami harus memiliki armada sedikitnya 50 unit. Sebab, cuaca kemarau ini sangat ekstrem. Satu jam saja setelah penyiraman, tanah langsung kering,” ujar dia.

Saking ekstrem-nya, Alex mengatakan, pepohonan saja ada yang mati. Apalagi tanaman hias yang notabennya sangat memerlukan air. “Kendala penyiraman ini tidak hanya unit kendaraan, namun pasokan air juga makin berkurang, sehingga perlu ke tempat yang cukup jauh untuk memaksimalkan penyedotan air agar bisa menyiram tanaman ini lebih baik,” katanya.

Untuk mengatasi agar tanaman di taman dan jalan Kota Palembang tidak tandus, Alex mengaku, pihaknya harus melakukan penyulaman alias tanam kembali tanaman yang mati. Dengan kondisi ini, biaya yang dibutuhkan meningkat, sementara anggaran saat ini dikurangi.

“Tetap kami upayakan menjaga tanam agar tetap hidup dan layu, dan jelas dibutuhkan biaya. Untuk mengatasinya memang ada pengurangan anggaran belanja modal, termasuk efisiensi terhadap kegiatan yang bukan menjadi prioritas,” ujar dia, tidak mau menyebut jumlah anggaran yang dikeluarkan.

Alex meminta kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga tanaman jalan dan taman kota di Palembang. Sebab, fungsi tanaman di sebuah kota sangat besar. Masyarakat diharapkan dapat menambah tanaman di rumah agar udara tetap bersih, bukan merusak taman yang sudah dibangun pemerintah menggunakan uang rakyat.

Walikota Palembang Harnojoyo saat kegiatan peluncuran Kartu Indonesia Sehat di halaman Panti Rehabilitasi Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PRPGOT), Kenten mengatakan taman kota dibangun agar udara di Kota Palembang lebih bersih termasuk juga keindahan kota agar makin nyaman.

Warga diminta ikut menjaga dan dapat saling memiliki, sehingga taman kota tidak dirusak atau sengaja di rusak oleh pihak manapun. “Kalau melihat taman kota dirusak, masyarakat harusnya marah, tegur warga yang sengaja merusak, bila perlu laporkan kepada kami,” ujar Harno di sela-sela kegiatan.

Harno menjelaskan, sebentar lagi Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games mewakili Indonesia di hadapan dunia. Untuk itulah Harnojoyo meminta kepada masyarakat agar tetap saling menjaga fasilitas yang ada, tanpa harus ada petugas yang mengawasi.

“Taman-taman di Kota ini milik masyarakat, bukan milik pemerintah, uang untuk membangun taman ini uang masyarakat, untuk itulah harus kita jaga sama-sama,” jelas Harnojoyo. #ren

 

x

Jangan Lewatkan

Pilgub Sumsel 2018, Posisi PDIP Dan Golkar Kuat

Palembang, BP Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kholil Pasaribu melihat pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ...