Home / Headline / Titik Api Turun, Tinggal Asap

Titik Api Turun, Tinggal Asap

Palembang, BPPalembang berselimut asap (1)

Bencana kabut asap masih menyelimuti berbagai wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Menkopolhukam menggelar rapat dengan para Gubernur terkait koordinasi bencana asap. Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin turut hadir dalam pertemuan ini.

Ditemui di kantor Kementerian Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Alex Noerdin menegaskan, titik hotspot di wilayah Sumatera Selatan sudah menurun, hanya tinggal penanganan asap saja.

“Hotspot jauh menurun, karena yang terbakar dari lahan gambut. Tinggal asapnya saja,” kata Alex Noerdin, di kantor Kemenkopolhukam, Rabu (30/9).

Menurut Gubernur Alex, penanganan bencana asap akan segera selesai. Karena semua daerah sudah rapat dengan mengikuti acuan yang sudah disiapkan. “Ada delapan kesimpulan yang menjadi patokan kita untuk pencegahan. Mudah-mudahan dua minggu lagi sudah selesai semua,” lanjut Alex.

Selain dirinya yang dipanggil untuk menghadiri rapat koordinasi, turut hadir pula Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Gubernur Jambi dan Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Plt Gubernur Jambi Irman mengatakan, akan membuat kanal blok sebagai salah satu cara menangani kabut asap. Pembuatan kanal blok itu berfungsi untuk mencegah menyebarnya kebakaran hutan yang terjadi Sumatera.

“Kita sudah sepakat yang paling tepat yang kita pilih ialah untuk pembuatan kanal blok. Karena blok itu pertama kalau ada kebakaran tidak bisa menyebar kemana-mana. Yang kedua dia bisa mati sampai ke lapisan bawah, kalau hanya disiram lewat atas tanpa kanal blok api tidak ada lagi tapi di dalamnya masih ada api sehingga asapnya semakin besar. Jadi tanah bloking ini sudah dilakukan secara nasional, ” ujar Plt Gubernur Jambi Irman.

Imran mengakui selama ini pemerintah belum berfokus pada kanal bloking ini sehingga meskipun kebakaran disiram, masih menyisakan asap di bawah permukaan. Oleh karena itu kanal blok ini berfungsi untuk menyiram bagian dalam lahan gambut yang terbakar.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menambahkan, dalam rapat juga dibahas beberapa hal salah satunya lama rentan waktu anak sekolah harus diliburkan. Terkait hal itu ia pun sudah mempercayakan daerah untuk menentukan rentan waktu yang diperlukan.

“Kita sudah antisipasi semuanya, jadi kenapa di beberapa daerah rentan waktunya agak panjang, supaya keluarga bisa mempersiapkan apakah libur sehari atau dua hari, sehingga ada ruang agar bisa dipersiapkan oleh setiap daerah,” ujar Siti.

Terkait dengan bencana kabut asap ini, sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan terkena imbas. Sudah tiga provinsi memberikan status tanggap darurat.

“Hingga saat ini 3 provinsi sudah menyatakan status Tanggap Darurat yaitu Riau, Jambi dan Kalteng. Sedangkan Sumsel, Kalbar, dan Kalsel masih Siaga Darurat,” ujar Kepala Humas dan Informasi BNPB Sutopo Purwo.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengakui jumlah titik api atau hotspot di Sumatera dan Kalimantan menurun. Namun, kabut asap masih tetap ada.

“Berdasarkan analisis data per 30 September, kita melihat hotspot di Sumatera dan Kalimantan dalam seminggu terakhir terjadi penurunan. Jumlahnya terus menurun. Titik yang paling banyak terbakar tetap sama. Di Sumatera ada di Sumatera Selatan, di Kalimantan yakni di Kalimantan Tengah. Asap memang masih membumbung,” ujar Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo menjelaskan masih ada beberapa titik api yang terbakar. Akibatnya asap pekat masih selimuti Sumatera dan Kalimantan. “Di Sumatera, Jambi, Riau, jarak pandang hanya rata-rata 300 meter. ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) meningkat. Di Kalimantan juga sama, asap terutama berasal dari Kalimantan,” jelas Sutopo.

Mengapa jumlah titik api menurun namun asap masih tebal? “Ada dua. Satu, pembakaran masih terjadi dan kita masih mendeteksi dari satelit, ada tempat-tempat masih dibakar. Dua, api di permukaan sudah padam tetapi karena lahan gambut dia mengeluarkan asap,” jawab Sutopo.

Mengganggu

 

Kabut asap membuat sejumlah penerbangan batal. Vice Presiden Communication Citilink & Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar, mengatakan, dampak terhadap penerbangan cukup signifikan. “Ada sekitar 500 penerbangan Garuda dan 250 penerbangan Citilink cancel,” katanya, kemarin.

Menurutnya, penerbangan batal terutama untuk tujuan domestik seperti Jambi, Pekanbaru, Palangkaraya, dan Pekanbaru. “Kami belum menghitung kerugiannya, tapi yang pasti cukup besar. Saat ini kita cari solusinya dulu bagaimana kabut asap ini agar cepat hilang dan penerbangan kembali normal,” katanya.

General Manager Garuda Indonesia Branch Office Palembang, Asa Perkasa, menambahkan, pihaknya akan kembali memperpanjang penutupan penerbangan rute Palembang – Jambi, karena kabut asap.

“Sebelumnya kami sudah menutup sementara penerbangan Jambi – Palembang per 4 – 30 September ini. Karena kabut asap belum juga hilang maka akan diperpanjang hingga 7 Oktober mendatang. Kita akan evaluasi terus hingga kabut asap hilang dan penerbangan kembali normal,” katanya.

GM Angkasa Pura II Palembang, Iskandar Hamid, mengatakan, hingga pukul 10.30, tidak ada penerbangan karena kabut asap jarak pandang hanya berkisar 300 meter.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun SMB II, kemarin, jarak pandang pada pagi hari hanya sekitar 100 meter.

“Pada pagi hari kabut asap sangat pekat, sehingga jarak pandang pun sangat terbatas dan dianjurkan untuk tidak terbang. Hingga menjelang siang pun jarang pandang hanya sekitar 1Km (Kilo Meter), sementara di saat cuaca normal jarak pandang sekitar 10Km,” katanya.

Kabut asap juga mengganggu aktivitas para nelayan. Terlihat ada beberapa perahu yang disandarkan akibat sepinya aktivitas pencarian ikan dari para nelayan ini.

Roni (46), nelayan di Kecamatan Kertapati, mengaku saat ini pendapatan ikan sudah sangat berkurang. “Di musim kemarau panjang memang hasil tangkapan sudah sangat sedikit. Akibat kemarau panjang dan juga kabut asap jadi kita sulit beraktivitas menangkap ikan karena tidak terlihat,” katanya.#det/pit/san

 

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...