Home / Sumsel / Perusahaan Pembakar Lahan Tak Kooperatif

Perusahaan Pembakar Lahan Tak Kooperatif

Palembang, BP
Polda Sumsel dan jajarannya yang menangani perusahaan-perusahaan yang diduga lalai melakukan pembakaran lahan dan hutan hingga menyebabkan musibah kabut asap yang tengah terjadi di Provinsi Sumsel terlihat lambat. Hal tersebut terjadi karena faktor perusahaan tak kooperatif.

“Untuk perusahaan yang ditangani Polda Sumsel, kooperatif semua. Memang berbeda dengan yang ditangani Polres, perusahaan-perusahaan tersebut tak kooperatif,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova, Kamis (1/10).

Masih dikatakan Djarod, pihak perusahaan yang tengah ditangani Polres saat dipanggil untuk diambil keterangan sebagai saksi selalu tak memenuhi panggilan polisi sehingga menghambat dalam melakukan pemeriksaan.

“Jadi faktor ini yang menghambat, pihak perusahaan menolak datang dan tak memberi alasan. Namun, sesuai prosedur hukum kami akan melayangkan lagi surat panggilan dan surat perintah membawa dengan artian akan dijemput paksa,” kata Djarod.

Disinggung mengenai berapa banyak perusahaan yang ditangani Polres dan bersikap kooperatif, Djarod belum dapat menjelaskan, karena belum memiliki data jumlah dari masing-masing Polres. Bahkan, Djarod juga belum dapat memastikan berapa banyak perusahaan yang akan dilayangkan surat perintah membawa.

“Tapi perusahaan itu bukannya mangkir, namun sampai saat ini masih dalam proses,” singkat Djarod.

Diketahui sebelumnya, Polda Sumsel dan jajaran telah menetapkan sedikitnya 30 tersangka dalam kasus ini. Dari jumlah tersebut terdapat 16 tersangka perorangan yang ditahan dan empat tersangka perusahaan yang ditahan. Sedangkan, 10 tersangka tidak ditahan oleh polisi, karena rata-rata masih di bawah umur.

Puluhan tersangka yang ditahan oleh jajaran Polda Sumsel tersebut dengan rincian, tiga tersangka perusahaan di Mapolda Sumsel, satu tersangka perusahaan di Mapolres OKI, 1 tersangka perorangan di Mapolres Muaraenim dan tiga tersangka perorangan di Mapolres Banyuasin.

Selain itu, di Mapolres Musi Banyuasin (Muba) mengamankan tiga tersangka perorangan dan terakhir di Mapolres Musi Rawas (Mura) sebanyak sembilan tersangka perorangan ditahan di sana. Bahkan, sejauh ini juga dari 17 perusahaan yang ditangani jajaran Polda Sumsel, sembilan perusahaan tahap penyidikan dan delapan perusahaan tahap penyelidikan. #rio

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

APBD Sumsel 2019 Ikut Menanggung Anggaran Penanggulangan Banjir di Kota Palembang

Palembang, BP Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) RA Anita Noeringhati mengatakan,  untuk mengatasi banjir di kota Palembang, ...