Home / Palembang / Pemadaman Listrik, Pelayanan Terhambat

Pemadaman Listrik, Pelayanan Terhambat

Palembang, BP
Bencana kabut asap yang terjadi di Sumsel saat ini mengakibatkan banyak masyarakat terkena penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Setiap minggu jumlah penderita ISPA semakin bertambah. Salah satunya di Kecamatan Kemuning, selama satu bulan terakhir tercatat ada 300 pasien ISPA  yang berobat ke Puskesmas Basuki Rahmat.

Bukan hanya penderita ISPA. Asap pun sempat dijadikan alasan oleh pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (WS2JB) melakukan pemadaman kepada seluruh pelanggan PLN.

Diungkapkan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Basuki Rahmat dr RA Emiria Umi Kalsum, MKes, selama bulan September saat bencana kabut asap, jumlah pasien ISPA meningkat dari hari biasa.

“Sebenarnya tidak terlalu banyak, tetapi terjadi peningkatan. Kalau biasanya sehari ada 2 sampai 3 pasien yang punya masalah dengan saluran pernafasan. Tetapi saat kabut asap semakin parah, pasien ispa meningkat hingga 5 sampai enam pasien per hari,” ujarnya saat diwawancarai di Puskesmas Basuki Rahmat, Jalan Sersan Sani, Palembang, Kamis (1/10) siang.

Ia menjelaskan, selama bulan September ini tercatat pasien ISPA yang berobat di puskemas lebih dari 300 pasien. “Minggu pertama September saja sudah ada 87 pasien ISPA yang berobat. Paling banyak pasien ISPA ini masuk kategori dewasa. Anak-anak malah sedikit,” jelas Emiria.

Ia juga mengatakan, seorang pasien dapat dikatakan terkena ISPA ini saat orang tersebut mengalami gangguan pada alat pernafasan. Seperti sakit tenggorokan, batuk dan juga pilek serta sesak nafas. “Memang ini terjadi akibat ada asap yang sedang mengepung kota Palembang. Apalagi beberapa hari terakhir ini kabut asap semakin pekat,” katanya lagi.

Oleh karena itu, pihaknya tidak lupa untuk selalu memberikan edukasi kepada setiap pasien agar dapat menjaga kesehatan diri masing-masing terutama saat musim kemarau dan bencana kabut asap yang sedang terjadi.

“Kami selalu memberitahu seluruh pasien agar dapat mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak terlalu penting. Selain itu juga kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat menggunakan masker dan kacamata agar tidak terjadi iritasi,” tuturnya.

Ditanya mengenai pemadaman listrik yang sering terjadi saat ini, dikatakannya, listrik yang padam seringkali menghambat pelayanan kepada pasien yang akan berobat. Terutama pada saat akan menggunakan alat kesehatan yang memerlukan listrik.

“Kadang kalau mati lampu, kami harus menggunakan senter sebagai alat bantu penerangan. Ketika ac mati ruangan juga terpaksa harus dibuka. Malah menyebabkan ruangan tercemar juga oleh asap,” katanya.

Dirinya berharap agar bencana kabut asap ataupun defisit listrik dapat segera diatasi oleh pemerintah. “Jika semua bisa teratasi, semua masalah seperti ISPA ataupun pemadaman bergilir dapat selesai,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Camat Kemuning, Romli, pemadaman bergilir yang terjadi dalam satu minggu terakhir memang menghambat pelayanan kepada masyarakat.

“Kantor camat ini kantor pelayanan masyarakat. Saat lampu mati, kami tidak bisa mencetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sementara ataupun Kartu Keluarga (KK) Sementara. Ini menyebabkan semua pengajuan masyarakat untuk itu jadi terhambat,” ujar Romli saat diwawancarai di ruang kerjanya. #dil

x

Jangan Lewatkan

Ratusan Koperasi Tinggal Papan Nama

Palembang, BP — Pertumbuhan koperasi di Kota Palembang terbilang cukup signifikan terutama yang dibentuk oleh masyarakat. Dari total 1082 hampir setengahnya ...