Home / Headline / Macet di BAM, Rekayasa Lalulintas Kurang Tepat

Macet di BAM, Rekayasa Lalulintas Kurang Tepat

 Palembang, BP

BP/MARDIANSYAH TITIK MACET-Kawasan Bundaran Air Mancur hingga ke Jembatan Ampera salah satu titik macet yang ada dikota Palembang terutama pada jam sibut dipagi hari atau sore hari jalur ini pasti mengalami kepadatan arus lalulintas,Rabu (30/9)

BP/MARDIANSYAH

Kemacetan arus lalulintas di sejumlah Jalan Protokol Kota Palembang sepertinya kian sulit dipecahkan. Terutama kemacetan di jalan menuju Bunderan Air Mancur (BAM) Masjid Agung, Palembang.

Berdasarkan penelusuran dengan menggunakan sepeda motor, butuh waktu sekitar 35 menit untuk bisa menembus Jalan Simpang Internasional Plaza menuju BAM yang hanya berjarak kurang dari 2 kilometer.

Arus menuju BAM padat merayap terutama saat jam sibuk di pagi dan sore hari. Penumpukan kendaraan terjadi hingga menuju Jembatan Ampera, Seberang Ulu dan sebaliknya dari Seberang Ulu ke Seberang Ilir.

“Saya dari Simpang IP ke BAM butuh waktu hampir satu jam. Ini makin parah. Apa ada yang salah dalam pengaturan jalan atau memang volume kendaraan kian tinggi? Pastinya makin macet saja di Palembang,” kata Rusdiansyah (36), pengendara mobil yang mengeluhkan kemacetan ini.

Pengendara sepeda motor yang sempat naik trotoar pertokoan, Riza (28), mengakui hal yang sama. Kondisi kemacetan jalan menurut dia cukup parah, bahkan sudah naik trotoar juga masih terkena macet.

“Saya naik trotoar saja masih macet, bisa dibilang ini sudah mengkhawatirkan. Sekitar pukul 17.30, tidak ada petugas lalulintas yang berjaga sekitar putaran ke Jalan Merdeka di dekat BAM sehingga terjadi penumpukan dan macet makin parah,” kata Riza, seraya berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

Pengamat transportasi Saidina Ali mengatakan, kondisi lalulintas di Kota Palembang saat ini masih belum sesuai harapan. Selain macet, pengaturan lalulintas masih rentan menimbulkan kecelakaan.

Menurutnya, kondisi lalulintas di Palembang perlu pembenahan manajemen dan rekayasa lalulintas yang baik sehingga menjadi solusi untuk mengatasi masalah.

Rekayasa lalulintas yang dilakukan di Bundaran Air Mancur menurutnya kurang tepat. Bahkan sangat berpotensi terhadap pelanggaran lalulintas, karena budaya masyarakat yang selalu ingin cepat, sehingga mengabaikan keselamatan dalam berkendaraan.

“Dijaga petugas saja masih sering terjadi pelanggaran, apalagi tidak dijaga petugas. Banyak pengendara yang menerobos pembatas, sehingga terjadi penumpukan kendaraan, sehingga kemacetan tidak terhindarkan,” kata Saidina.

Saidina menilai BAM sudah tidak layak lagi berada di tengah-tengah Jalan Jenderal Sudirman karena sudah sangat padat dan juga ada poros ke Seberang Ulu yakni Jembatan Ampera.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Palembang menggelar rapat forum lalulintas di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang. Pihak terkait seperti Balai Besar Jalan Nasional (BBJN), Dinas Perhubungan Kota dan Provinsi termasuk Satlantas menyampaikan pendapat masing masing.

Staf Ahli Walikota Palembang Sudirman Tegoeh mengatakan, instansi terkait dalam pertemuan berikutnya akan menyampaikan usulan beberapa opsi terkait kemacetan yang terjadi di BAM.

“Untuk evaluasi rekayasa lalulintas di BAM saat ini masih dievaluasi lagi, untuk penerapan pembatasan jalan dinilai masih belum berhasil, sehingga harus ada perbaikan,” katanya.

Sudirman mengatakan, penerapan rekayasa di BAM membuat sedikit celah pengendara untuk menerobos sehingga menyebabkan penumpukan jalan. “Ini yang akan dievaluasi lagi, semaksimal mungkin rekayasa yang dilakukan dapat mengatasi kemacetan,” katanya.#ren

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penanganan Banjir di Kota Palembang Harus Fokus

Palembang, BP Banjir yang di terjadi di kota Palembang beberapa hari yang lalu nampaknya tidak pernah tuntas dibenahi oleh Pemerintah ...