Home / Palembang / Kepulangan Haji Debarkasi Palembang Bersiap Disambut Kabut Asap

Kepulangan Haji Debarkasi Palembang Bersiap Disambut Kabut Asap

Palembang, BP

Kabut asap pekat akhir-akhir ini seringkali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang. Namun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji  (PPIH) Debarkasi Palembang belum menyiapkan skenario khusus untuk antisipasi penundaan jadwal pemulangan/debarkasi Palembang akibat kabut asap yang masih melanda Kota Palembang.

Kasubag Informasi Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Saefudin mengatakan, pihaknya belum mengambil langkah khusus mengenai debarkasi atau kepulangan haji tahun ini karena pesawat haji gelombang pertama embarkasi Palembang dijadwalkan tiba pukul 17.00 yang mulai dilaksanakan pada 5-18 Oktober.

Pihak PPIH menyerahkan sepenuhnya pemulangan haji kepada pihak maskapai yang menangani yakni Saudi Arabian Airlines. “Kita belum mau berandai-andai jika di tanggal tersebut kabut di Palembang akan tebal sehingga menggangu pesawat untuk landing. Tapi yang jelas pesawat akan tiba di waktu sore sementara cuaca berkabut di Palembang biasanya hanya tebal dipagi hari terutama jam 7-10 pagi,” katanya, Rabu (30/9).

Pihaknya berharap pada tanggal tersebut kabut asap kota Palembang sudah menipis sehingga tak ada kendala yang berarti saat berlangsungnya pemulangan jemaah haji nanti.

Sementara Sekretaris PPIH Debarkasi Palembang Drs H Janaluddin menambahkan, jemaah haji Palembang akan diberangkatkan dari tanah suci pada pukul 05.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Menurutnya, pemulangan jamaah haji itu dimulai kelompok terbang (kloter) pertama hingga kloter 14 atau sesuai urutan keberangkatan.”Urutan pemulangan jemaah tetap disesuaikan dengan waktu pemberangkatan sebanyak 14 kloter, adapun setiap kelompok rata-rata berisi 450 orang termasuk petugas,” ujarnya

Proses pemulangan jamaah haji tersebut hampir sama seperti mekanisme pemberangkatan. Setelah tiba di Tanah Air, jemaah juga akan masuk asrama terlebih dahulu untuk istirahat dan ganti pakaian, bahkan diperkenankan bermalam 1-2 hari namun tanpa disertai konsumsi.

“Demi kenyamaan kepada keluarga jauh-jauh hari kami mengimbau supaya tak terlalu banyak membawa anggota keluarga,atau cukup menunggu di rumah saja,” terangnya.

Sementara bagi jemaah haji yang meninggal,  barang-barang yang dibawah jemaah haji bersangkutan akan dibawa pulang oleh petugas kloter masing-masing untuk diserahkan keluarganya. Jika ada barang jemaah haji meninggal yang masih tertinggal, maka barang tersebut akan dikirim langsung oleh panita haji Arab Saudi.

“Sejauh ini tercatat ada 13 jemaah haji asal embarkasi Palembang yang meninggal di tanah suci,” imbuhnya.

Mengenai perkembangan jamaah di Arab Saudi, dia mengatakan, pihaknya tetap memantau melalui media center dan petugas haji. “Tentunya kita berharap agar proses pemulangan jamaah haji Sumsel dan Bangka Belitung tersebut lancar sekaligus
mereka menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya. #idz

x

Jangan Lewatkan

Pemkot Tanggung 18 Persen Bunga Pinajaman 1000 UKM

Palembang, BP — Pemerintah Kota Palembang menanggung bunga 18 persen pertahun dari dana pinjaman 1000 Usaha Kecil Menengah (UKM) tahun ini. ...