Home / Headline / ‘Jangan Hanya Mengkritik Tapi Tak Tahu Kondisi Lapangan’

‘Jangan Hanya Mengkritik Tapi Tak Tahu Kondisi Lapangan’

Palembang, BP
alex-noerdin-naik-pitamGubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menanggapi ulah sejumlah orang yang hanya pintar mengkritik melalui SMS dan BBM terkait kebakaran lahan dan hutan (kebarlahut) di Sumsel. Ia meminta masyarakat jangan hanya pintar mengkritik namun tidak mengetahui kondisi di lapangan, apalagi Sumsel provinsi yang pertama di Indonesia yang melaksanakan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan pertama kali di mana saat itu belum ada kebakaran lahan dan hutan dan pihaknya sudah melakukan water bombing dari bulan Januari sampai 24 Agustus 2015 sehingga saat itu zero hotspot.
“Tanggal 25 Agustus puncak tanggal 26 Agustus tiba-tiba meledak, banyak hal yang menyebabkan kebakaran mungkin petani berpindah dengan membakar lahan, mungkin saja ada perusahaan perkebunan yang nakal membuka lahan dengan membakar dan ketiga kesengajaan dibakar. Saya ingin menyampaikan di sini di mana semua langkah sudah kita lakukan, semua usaha sudah dilaksanakan, tadi Pak Syaiful membacakan surat cinta asap, saya berterima kasih tapi pertanyaan saya yang menulis surat itu dan yang membacakannya pernah tidak ke lapangan, pernah tidak ikut memadamkam api di lahan gambut yang berkobar,” kata Gubernur di sela-sela rapat paripurna DPRD Sumsel ke IX dengan agenda pengesahan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), terkait Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2015, dan Raperda tentang perubahan bentuk badan hukum Perusahaan Daerah (PD) Swarna Dwipa menjadi Perseroan Terbatas (PT), Kamis (1/10).
Gubernur mengaku terkadang sedih karena terus menerus di-bully di media sosial. “Kalau dihujat habis-habisan melalui SMS dan sebagainya, mungkin yang menulis SMS itu sambil tidur-tiduran atau sambil makan minum dan sebagainya, dan saya sampaikan di sini di lapangan sudah ada 1.068 , tiga batalyon, dua kostrad dan satu marinir diperbantukan dari Mabes TNI, dari Korem dan Kodam 849 personel, TNI AU 50 personel, Manggala Agni 240 personel, Satgas BPBD 80 personel, masyarakat pembasmi Api (MPA) 45 orang, SKPD, Pol PP dan Polhut 30 orang , regu pemadam kebakaran dari perusahaan perkebunan dan HTI 600 personel, dari Polda Sumsel dan Mabes Polri 1.515 jumlahnya  4.477 orang yang sudah berbulan-bulan memadamkan api, meninggalkan keluarga, tidak ada cerita Idul Adha dan sebagainya, menyambung nyawa,” katanya.
Apalagi saat melintas di lahan gambut yang terbakar, menurut Gubernur, sol sepatu bisa terbakar, malahan harus memutar untuk memadamkan air apalagi sumber air sedikit.
“Pagi ini penerbangan normal jam 08.25 sampai sekarang,” katanya.
Selain itu kondisi kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan (kebarlahut)  saat ini memang memprihatinkan, namun pihaknya telah berusaha maksimal untuk melakukan pemadaman dengan mengerahkan sumber daya yang ada. Antisipasi memang telah dilakukan sejak awal tahun 2015, dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat dan upaya pencegahan.
Mantan Bupati Musi Banyuasin (Muba) ini meminta dukungan kepada masyarakat Sumsel termasuk dari DPRD Sumsel, untuk bersama-sama berjuang melakukan pemadaman kebarlahut yang ada, dan jangan hanya mengkritik tapi tidak mengetahui kondisi di lapangan, apalagi dengan menyerang dirinya sebagai kepala daerah yang tidak sigap menyelesaikan permasalahan itu.
Ditambahkan Gubernur, kejadian kebakaran ini memang kejadian luar biasa, apalagi hal ini dipengaruhi adanya kekeringan El Nino. Namun, kejadian ini lebih baik dibanding 2014.
Pihaknya sendiri terus melakukan upaya pemadaman selain berharap untuk turun hujan secara alami nantinya, sehingga pemadaman bisa dilakukan secara total tanpa ada hotspot yang menimbulkan kabut asap.
“Saya sudah perintahkan khusus di kabupaten yang rawan kebakaran OI, OKI dan Muba. Jadi camat dan kades tidak boleh meninggalkan daerahnya, baik yang sedang terbakar atau tidak. Selain itu SKPD juga dibagi tugasnya, jika tetap tidak padam, kepala SKPD akan diganti dan itu menjadi program pertama di OI, sebab dalam waktu singkat di OI langsung zero hotspot. Kemudian, Bupati saya perintahkan juga tidak meninggalkan tempat, dan DPRD untuk ikut mengawasi juga, jangan ngomentari saja, siapa yang tidak bekerja,” kata Gubernur.
Dilanjutkan Alex Noerdin, progres penanganan saat ini masih dilakukan, salah satunya dengan melakukan penambahan pompa air yang didatangkan langsung dari Jakarta untuk di OI, OKI, dan Muba untuk bisa mencapai titik api.
“Kita juga lagi bangun helipad di Cengal (OKI) dan Bayung Lincir. Selain itu kita lakukan pergeseran sehingga helikopter tersebut tidak perlu bolak-balik ke Palembang dahulu. Saya bangga dengan Gubernur Riau dan Jambi yang menyatakan asap kiriman dari Sumsel, tetapi pastinya jangan saling menyalahkan, namun bersama-sama untuk ikut mematikan,” katanya. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jalan Provinsi, Gedung Sekolah, Guru Honor Dan Rumah Sakit Daerah Butuh Perhatian

Palembang, BP Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Askweni mengatakan, Sumsel masih membutuhkan perbaikan jalan provinsi, gedung sekolah, rumah ...