Home / Sumsel / Banyuasin / Banyuasin, Sarangnya Penyakit Kaki Gajah di Sumsel

Banyuasin, Sarangnya Penyakit Kaki Gajah di Sumsel

Banyuasin, BP
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat, tahun ini 171 warga menderita penyakit kaki gajah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nuraini mengatakan, dari 171 penderita penyakit kaki gajah di Sumsel, 149 di antaranya masuk katagori kronis. “Penderita kaki gajah kronis paling banyak terdapat di kabupaten Banyuasin, sebanyak 89 orang,” katanya di Banyuasin, Kamis (1/10).
 
Penyakit kaki gajah kronis ini juga diderita oleh warga yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Seperti di Kabupaten Musirawas 25 orang, OKU Timur, Kabupaten OKUT  14 orang, PALI tujuh orang, Muba tujuh orang, OKI tiga orang, OKU dua orang, dan Muaraeim dua orang. “Kemudian ada 23 penderita lain  yang tidak masuk katagori kronis,” jelasnya.
 
Dengan banyaknya penderita penyakit kaki gajah yang tersebar di Sumsel, Dia mengimbau agar warga waspda terhadap penyakit yang membuat kaki membengkak seperti kaki gajah itu. Bila kaki sudah membengkak, tidak bisa dikembalikan seperti semula. “Penyakit ini disebabkan oleh cacing filaria dan mudah ditularkan melalui gigitan nyamuk. Semua warga Sumsel berpotensi terkena penyakit ini, karena keberadaannya yang menyebar hampir di setiap wilayah,” katanya.
 
Untuk mencegah menjangkitnya penyakit tersebut, setiap warga dianjurkan meminum obat untuk membunuh cacing filaria yang menyebabkan penyakit kaki gajah. “Penderita kaki gajah wajib meminum obat ini guna memutus mata rantai penularan. Warga yang tidak terkena juga dianjurkan minum obat, sebagi pencegahan, terlebih bila di wilayahnya terdapat penderita kaki gajah,” jelasnya.
 
Peminum obat akan memperoleh manfaat ganda yakni obat akan mematikan atau memandulkan cacingFilaria dewasa pemicu penyakit kaki gajah. Juga bisa mematikan cacing dalam perut, seperti cacing gelang, cacingtambang, cacing cambuk hingga cacingkremi. “Semua orang berusia 2-70 tahun diwajibkan minum obat pencegah penyakit kaki gajah, kecuali ibu hamil, penderita gagal ginjal atau cuci darah, epilepsi dan yang tidak dianjurkan dokter,” jelasnya.
Obat kaki gajah itu bisa didapatkan gratis di rumah sakit, Puskesmas, atau Pustu terdekat di seluruh Sumsel.
 
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin Masagus Hakim mengatakan, Kendati ada 89 orang penderita kaki gajah kronis di Banyuasin, kedepannya pihaknya menargetkan kalau Banyuasin akan bebas dari penyakit kaki gajah kronis.”Dengan dimulai pemberian obat kaki gajah, pembersihan lingkungan dan lain sebagainya. Sudah 88 persen masyarakat Banyuasin konsumsi obat kaki gajah,” ungkapnya.
Pihaknya sudah menyebarkan obat kaki gajah di seluruh puskesmas dan puskesmas pembantu yang berjumlah 300.”Jadi akan segera dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya. Pihaknya akan bekerja keras untuk mengantisipasi permasalaha kaki gajah di Banyuasin. #mew
Baca:  Dampak Perbaikan Jalintim, Warga Krisis Air Bersih
x

Jangan Lewatkan

Ingin Jadi Karyawan Ale-ale, 6 Pencaker Ditipu Puluhan Juta

Foto: Mewan Haqulana Banyuasin, BP–Niat hati ingin mendapat gaji bulanan dengan menjadi karyawan PT Alam Perkasa Lestari (APL), produsen minuman ...