Home / Sumsel / 21.167 Hektar Lahan Padi di Sumsel Puso

21.167 Hektar Lahan Padi di Sumsel Puso

Palembang, BP
Musim kemarau panjang yang sedang berlangsung saat ini tampaknya juga berdampak dengan pertanian di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Luas tanaman padi yang mengalami puso di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 21.167 hektar. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel, Erwin Noor Wibowo saat diwawancarai diruang kerjanya, Kamis (1/10) sore.

Erwin mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, luas tanaman padi yang gagal panen atau mengalami puso mencapai 21.167 hektar. “Puso ini diakibatkan el nino yang terjadi di awal juni yang lalu,” katanya.

Puso yang dialami pada tahun ini terjadi hampir merata di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumsel. “Untuk daerah yang paling banyak terkena puso yaitu daerah yang tanaman pasang surut seperti daerah Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI),” ujar Erwin.

Erwin menjelaskan, terjadi puso di Provinsi Sumsel ini tidak hanya diakibatkan oleh el nino saja tetapi juga diakibatkan oleh serangan hama. “Kalau untuk provinsi sumsel ini hama yang menyerang tanaman padi yaitu hama tikus, welas dan juga wereng. Namun yang paling berpotensi mengakibatkan puso yaitu yang diakibatkan alam karena hama dapat diselamatkan seperti melakukan penyemprotan,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, pihaknya saat ini sedang berusaha untuk mengembalikan tanaman padi yang mengalami puso. “Ya, saat ini petani di banyuasin sedang berusaha mengembalikannya dengan mempercepat menanam Ip200. Dan daerah lain akan kita himbau juga untuk melakukan itu,” ungkap Erwin.

Mengenai jumlah detail lahan padi yang mengalami puso perdaerah,  Erwin mengatakan, belum dapat memberikannya. “Kita belum tahu rinciannya karena sekarang masih dalam pendataan. Tapi untuk totalnya luas tanaman yang mengalami puso seperti tadi yaitu mencapai 21.167 hektar,” tegasnya. #dil

x

Jangan Lewatkan

Pilgub Sumsel 2018, Posisi PDIP Dan Golkar Kuat

Palembang, BP Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kholil Pasaribu melihat pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ...