Home / Sumsel / 13 JCH Sumsel Meninggal di Tanah Suci

13 JCH Sumsel Meninggal di Tanah Suci

Palembang, BP

Sebanyak 13 jemaah haji embarkasi Palembang meninggal di Tanah Suci. Sepuluh di antaranya meninggal akibat serangan jantung atau cardiovascular diseases.

Mereka adalah Sarifah Ibrahim Hasan Binti Ruhim (69), Usman Dani Jumali bin Dawi (60), Yuharmin Rohanis Yasmin bin Yasmin (52), Moeriah Parimin Resowijoyo binti Parimin (72), Tesmawati Latif Bohar binti Latif (42), Ichsan Sidik Rasid din Sidik H Bandarasip (78), Cik Ibu Soi Soleh binti Soybin Soleh (74), Muhammad Ali Sakdin bin Sakdin (59), Nurmah Musa Said binti Matadi (65), dan Ainun Usman Mustar binti Usman (61).

Kemudian Laisa Duliman Salam binti Duliman (75) akibat circulatory diseases, Zakiah Adnan Jusuf binti H Adnan Yusuf (66) akibat symptoms, sign and abnormal clinical, serta Sadariah Abu Hamad binti Abu Hamad (68) akibat respiratory diseases.

Satu jemaah meninggal sebelum berangkat ke Tanah Suci yakni Jakfar Ibrohim Malidun bin Ibrohim (79) akibat pneumonia aspirasi atau gagal napas, di RS dr Muhammad Hoesin Palembang.

Sekretaris PPIH Debarkasi Palembang Drs H Janaluddin mengatakan,

proses pemulangan jamaah haji tersebut hampir sama seperti mekanisme pemberangkatan. Setelah tiba di Tanah Air, jemaah juga akan masuk asrama terlebih dahulu untuk istirahat dan ganti pakaian, bahkan diperkenankan bermalam 1-2 hari namun tanpa disertai konsumsi.

“Demi kenyamanan, pihak keluarga jauh-jauh hari kami mengimbau supaya tak terlalu banyak membawa anggota keluarga atau cukup menunggu di rumah saja,” terangnya.

Sementara bagi jemaah haji yang meninggal, barang-barang yang dibawa jemaah haji bersangkutan akan dibawa pulang oleh petugas kloter masing-masing untuk diserahkan kepada keluarganya. Jika ada barang jemaah haji meninggal yang masih tertinggal, maka barang tersebut akan dikirim langsung oleh panita haji Arab Saudi. “Sejauh ini tercatat ada 13 jemaah haji asal embarkasi Palembang yang meninggal di Tanah Suci,” imbuhnya.

Mengenai perkembangan jamaah di Arab Saudi, dia mengatakan, pihaknya tetap memantau melalui media center dan petugas haji. “Tentunya kita berharap agar proses pemulangan jamaah haji Sumsel dan Bangka Belitung tersebut lancar sekaligus mereka menjadi haji yang mabrur,” harapnya.

Kasubag Informasi Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Saefudin menambahkan, pihaknya belum mengambil langkah khusus mengenai debarkasi atau kepulangan haji tahun ini karena pesawat haji gelombang pertama embarkasi Palembang dijadwalkan tiba pukul 17.00, pada 5-18 Oktober.

Pihak PPIH menyerahkan sepenuhnya pemulangan haji kepada pihak maskapai yang menangani yakni Saudi Arabian Airlines. “Kita belum mau berandai-andai jika di tanggal tersebut kabut di Palembang akan tebal sehingga mengganggu pesawat untuk landing. Tapi yang jelas pesawat akan tiba di waktu sore sementara cuaca berkabut di Palembang biasanya hanya tebal di pagi hari terutama jam 7-10 pagi,” katanya.#idz

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Pilgub Sumsel 2018, Posisi PDIP Dan Golkar Kuat

Palembang, BP Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kholil Pasaribu melihat pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ...