Home / Headline / Satgas Terus Berjuang Padamkam Api dan Asap

Satgas Terus Berjuang Padamkam Api dan Asap

Palembang, BP
IMG-20150819-WA0055(1)
Satgas penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, baik dari Mabes TNI  maupun satuan jajaran Kodam II Sriwijaya  bersama-sama dengan dinas/instansi  terkait seperti BKSDA/Manggala Agni, UPTD PKHL Dishut, Polda dan BPBD masih harus terus berjuang untuk melawan asap dan memadamkan api yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kodam II Sriwijaya.
Kapendam II Sriwijaya Kol Arh Saeful Mukti Ginanjar Walaupun telah berjuang tak kenal lelah siang dan malam serta berhasil memadamkan sejumlah titik api (hot spot) akibat Kebakaran Hutan dan  Lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Muba dan Kabupaten OKI, kenyataannya hingga saat ini kabut asap masih menyelimuti wilayah Sumsel.
“Seperti yang dilakukan oleh Satgas penanggulangan kabut asap yang  bertugas di wilayah OKI pada Rabu (29/9). Sebanyak 731  prajurit yang tersebar di 11 pos di wilayah Kab. OKI yakni Pedamaran,  Tulung Selapan, Lampan, Pampangan, Air Sugihan, Tanjung Lubuk, Mesuji,  Cengal, Sungai Menang, Kayu Agung dan Indralaya terus melakukan  pemadaman titik api dan berhasil memadamkan sejumlah titik api di  berbagai kawasan dan melakukan penyekatan’ katanya, Rabu (30/9).
Demikian juga menurutnya  Satgas penanggulangan kabut asap yang bertugas di wilayah  Muba dengan kekuatan 529 orang telah berhasil melakukan pemadaman dan penyekatan titik api serta menyegah penyebaran titik api ke area yang
tidak terbakar, di Kecamatan Muara Medak dan Muara Merang. Satgas TNI  bersama-sama dengan instansi terkait juga terus melakukan upaya pemadan,  termasuk melakukan patroli dan pemantauan.
Hasilnya memang ada kemajuan. Berdasarkan laporan pantauan satelit Aqua  dan satelit Terra menunjukkan bahwa titik api (hot spot) jumlahnya  semakin berkurang dan mulai menurun. Demikian juga berdasarkan laporan  prajurit TNI di lapangan yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan  Kebakaran Hutan dan Lahan, bahwa titik api sudah banyak yang berhasil  dipadamkan.
Namun, menurut Kapendam intensitas asap hingga saat ini masih tebal. Hal ini dikarenakan  adanya sisa-sisa asap dari kebakaran dan faktor suhu udara yang masih  tinggi serta angin yang masih kencang. Selain itu, lahan yang terbakar  rata-rata adalah lahan gambut, sehingga walaupun kelihatannya sudah  padam,  namun dibawahnya masih panas yang memungkinkan terbakar kembali.
“Kita semua berharap agar bencana kabut asal di wilayah Kodam II Sriwijaya dan  sejumlah wilayah di tanah air dapat segera ditangani, sehingga  masyarakat tidak lagi disusahkan dengan kabut asap yang terus dihirup  setiap hari,” katanya. #osk
x

Jangan Lewatkan

Program 10 Ribu Kartu BPJS, Walikota Pangkalpinang Kembali Raih Penghargaan

# Untuk Ketiga Kalinya Palembang, BP Upaya untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat kota Pangkalpinang melalui berbagai program salah satunya program ...