Home / Palembang / Penyewa Rusun Isyaratkan Demo

Penyewa Rusun Isyaratkan Demo

Palembang, BP
Kendati tidak terang-terangan menyebutkan akan melakukan aksi protes jelang penggusuran pada Desember mendatang, sejumlah warga rumah susun (rusun) di 23-24 Ilir mengisyaratkan akan melakukan aksi demo besar jelang proses pembangunan revitalisasi rusun menjadi Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami).

“Jingok bae kagek, Desember agek akan ado protes, di sini ribuan penyewa wong susah galo, pasti kami  terlantar. Katonyo perbaikan untuk masyarakat lemah, tapi kami digusur, berarti pembangunan ini bukan untuk masyarakat, tapi buat golongan tertentu,” kata salah seorang warga di blok 23 ini, minta jangan disebut nama.

Ibu paruh baya didampingi beberapa warga lainnya ini bicara bukan tidak beralasan. Menurut dia, pemilik rusun tidak hanya memiliki satu kamar, bahkan ada yang berjumlah belasan kamar. Bahkan, untuk mencari alibi pemilik mengatasnamakan orang lain untuk menguasai blok rusun.

“Pemilik ini menyewakan kamar rusun dengan harga yang cukup mahal, bahkan ada yang mencapai Rp7 juga hingga Rp8 juta per tahun. Setelah diperbaiki nanti, pemilik tidak hanya untung dari sisi perbaikan fisik bangunan, namun juga uang sewa selama proses pembangunan berlangsung,” katanya.

Demikian dikatakan warga lain yang meminta dengan sangat tidak mengutif namanya ini, penyewa menurut dia selama ini diwajibkan pemilik untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Tidak ada pembicaraan soal nasib kami nanti, yang diajak koordinasi bukan penyewa yang telah lama tinggal di sini, tapi pemilik yang notabennya ini orang mampu, jadi pembangunan rusun ini untuk siapa?” katanya.

Menurutnya, pemerintah tidak usah beralasan untuk membangun rumah susun atas dasar membantu kawasan kumuh dan menyediakan tempat yang layak bagi para warga kurang mampu, toh yang diuntungkan adalah pemilik. Bahkan pemilik yang memiliki banyak kamar sudah bisa dipastikan akan menjadi miliuner.

“Sebenarnya kami berharap pemerintah turun langsung dan mengumpulkan para penyewa, membicarakan kelanjutan nasib penyewa. Apakah penyewa lama diprioritaskan untuk tetap tinggal setelah proses pembangunan atau tidak, dan apa jaminannya uang sewa nanti tidak memberatkan penyewa, itu sebenarnya yang harus dibahas, bukan sosialisasi kepada pemilik saja,” katanya, berang.

Terkait keluhan warga ini, Pemerintah Kota (Pemko) Palembang dan Perum Perumnas selaku pengelola pembangunan baru menyampaikan informasi sebatas urusan pemilik dengan penyewa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang Syafri Nungcik bahkan mengklaim pemiliklah yang menentukan siapa yang akan menyewa rusun.

“Urusan itu nanti menjadi urusan pemilik dan penyewa, karena biaya ganti rugi selama proses pembangunan diberikan kepada pemilik rusun, dengan jumlah sesuai dengan type kamar,” katanya.

Syafri enggan berkomentar soal pemilik yang memiliki belasan kamar, bahkan dirinya mengaku tidak mengetahui hal tersebut. “Harapannya nanti dimonopoli pemilik, tapi mau bagaimana lagi, pemilik yang punya hak,” ujar dia. #ren

x

Jangan Lewatkan

Pemkot Tanggung 18 Persen Bunga Pinajaman 1000 UKM

Palembang, BP — Pemerintah Kota Palembang menanggung bunga 18 persen pertahun dari dana pinjaman 1000 Usaha Kecil Menengah (UKM) tahun ini. ...