Home / Sumsel / Pemprov Dorong Perusahaan Serap Pekerja Lokal

Pemprov Dorong Perusahaan Serap Pekerja Lokal

Palembang, BP

BP/ARRACHIM JOB FAIR-Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki saat meninjau stand Job Fair 2015 yang berlangsung dikantor Tenagakerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel, Selasa (29/9)

BP/ARRACHIM
Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki meninjau stand Job Fair 2015 yang berlangsung di kantor Tenagakerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel, Selasa (29/9).

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan membuat kebijakan untuk mendorong perusahaan agar berkomitmen menyerap pekerja lokal. Hal tersebut untuk mengurangi peningkatan pengangguran di seluruh wilayah.

Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki mengatakan, ditengah sulitnya kondisi ekonomi dan ditambah ketatnya persaingan global dunia kerja, Pemprov perlu memberlakukan kebijakan yang mengatur perusahaan agar mengutamakan merekrut para pekerja lokal.

Setiap perusahaan bersangkutan yang akan mengajukan atau perpanjangan izin perusahaan, akan diberikan syarat dan klausul yang beriskan bahwa perusahaan harus memprioritaskan menyerap tenaga kerja asli daerah.

“Selama ini para tenaga kerja dari daerah setempat banyak yang belum terakomodir dengan baik. Sehingga kesempatan bekerja bagi mereka sangat minim. Kita akan membuat kesepakatan kepada setiap perusahaan agar mengutamakan masyarakat daerah dalam menambah tenaga kerjanya,” tuturnya usai pembukaan Job Fair Sumsel di halaman Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumsel, Selasa (29/9).

Menurut Ishak, saat ini angka pengangguran di Sumsel telah mencapai 5,3 persen atau setara 202.000 ribu dari total 4,3 juta angkatan kerja. Dengan angka yang relatif tinggi itu, pemprov akan memperjuangkan nasib tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan dibidang kerjanya masing-masing.

Pihaknya pun akan mendorong agar investor lebih giat membangun proyek-pabrik yang dapat menyerap banyak pekerja. Seperti pabrik pulp di OKI dengan nilai investasi sebesar Rp29 triliun yang akan banyak menyerap tenaga kerja.

Selain mengupayakan kalangan swasta mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja, pihaknya juga mengimbau kepada dinas dan instansi minimal mengadakan proyek-proyek fisik tanpa teknologi atau proyek padat karya.

“Ini juga bisa menjadi solusi singkat karena proyek padat karya melibatkan masarakat banyak. Cara ini bisa membuat masyarakat mendapatkan penghasilan sampingan sesuai kapasitas dan keahliannya,” jelasnya.

Job fair ini diikuti oleh 57 perusahaan dengan target dapat menampung sebanyak 1900 pekerja.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disnakertrans Sumsel Dewi Irawati mengatakan, kegiatan job fair berlangsung selama dua hari 29-30 September. Selain dapat mengurangi angka pengangguran, diharapkan job fair ini dapat mengakomodir masyarakat untuk memiliki pekerjaan sesuai disiplin ilmunya masing-masing.

Meski banyak perusahaan terancam kolaps bahkan banyaknya beredarnya ancaman pemutusan kerja (PHK), Dewi menjelaskan belum ada PHK besar-besaran oleh perusahaan dari dampak perlambatan ekonomi di Sumsel.

“Tapi yang jelas, adanya PHK itu tak bisa dielakkan sebab banyak pekerja yang terikat kontrak yang waktu-waktu bisa diputus. Para pekerja masih harus mengikuti  aturan kerja yang berlaku,” pungkasnya. #idz

x

Jangan Lewatkan

Pengembang Indonesia Ramaikan Pasar Propeti di Sumsel

Palembang, BP Prospek pasar propeti di Sumatera Selatan semakin menarik. Sebab Pengembang Indonesia (PI) siap turut meramaikan pasar properti di ...