Home / Hukum / Mantan Kades Gelapkan Uang Sertifikat Tanah

Mantan Kades Gelapkan Uang Sertifikat Tanah

Palembang, BP

Tak kunjung menunjukkan hasil baik terkait masalah pengurusan biaya sertifikat tanah milik Mustajab (70), akhirnya Rani Kodim, mantan Kepala Desa (Kades) Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumsel, dilaporkan ke polisi.

Menurut keterangan korban Mustajab, warga Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, melalui kuasa hukumnya yakni Mustadi Hartono, saat dijumpai di Mapolda Sumsel, Selasa (29/9), penggelapan tersebut terjadi sejak 1998 lalu. Meski terus didesak agar mengembalikan, terlapor enggan mengabulkan tanpa memberikan alasan jelas.

“Jadi sudah hampir 20 tahun, negosiasi tidak berhasil karena terlapor tak mau mengembalikan. Dengan terpaksa kami melaporkan hal ini ke pihak kepolisian,” ujar Mustadi.

Diceritakan Mustadi, penggelapan tersebut berawal saat korban mengajukan penerbitan sertifikat tanah miliknya seluas empat hektar di desa tempat ia tinggal pada 1998. Namun, saat itu korban dimintai uang sebesar Rp3,5 juta oleh terlapor dan dijanjikan sertifikat segera terbit.

“Memang nominal itu kecil pada saat itu, tetapi jika dinilaikan sekarang, kerugiannya bisa sampai seratus juta karena NJOP (Nilai Jual Obyek Tanah-red) itu satu miliar lebih,” jelas Mustadi.

Tidak hanya kehilangan uang, sambung Mustadi, korban juga harus kehilangan lahan miliknya seluas empat hektar tersebut setelah dicaplok warga setempat bernama Purwanto pada 2004. Awalnya, Purwanto hanya meminjam lahan tersebut untuk digunakan berkebun.

“Tetapi sampai saat ini, Purwanto malah mengklaim tanah itu adalah miliknya. Jadi, Purwanto juga kami polisikan. Kami ada bukti sah kepemilikan tanah itu. Kami tidak tahu apa mantan kades sama Purwanto itu ada kerjasama,” jelas Mustadi.

Jadi, duit ngurus sertifikat digelapkan mantan kades, tanahnya dicaplok orang lain. Kami minta polisi mengusutnya,” harap Mustadi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova menjelaskan, laporan korban telah diterima petugas SPKT Mapolda Sumsel dengan Nomor STBLP/699/IX/2015 Polda Sumsel.

Jika terbukti bersalah, kedua terlapor dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 378, 372, 263, 266, dan Pasal 385 KUHP tentang penipuan, penggelapan, membuat dan menggunakan keterangan palsu dan menguasai lahan tanpa hak.

#rio

x

Jangan Lewatkan

Sakit Hati Ditagih Utang, Petani Tusuk Tetangga

Inderalaya, BP–Gara-gara sakit hati ditagih utang,  seorang petani bernama M Ibal bin Rusli (17) warga Dusun 1 Desa Jaga Raja, ...