Home / Hukum / Mantan Bendahara RSIA Azzahra Diadili

Mantan Bendahara RSIA Azzahra Diadili

Palembang, BP

3009.23.04.FerAkibat melakukan penggelapan dan penipuan, Dwi Puji Astuti (25) mantan Bendahara Keuangan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Azzahra dihadapkan ke persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (29/9).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ursula Dewi, terdakwa dijerat Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan Jo Pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Terdakwa yang merupakan bendahara di RSIA Azzahra juga diberi kepercayaan dan kewenangan oleh dr M Zailani selaku pemilik rumah sakit untuk mengurus keuangan rumah tangga dengan gaji sebesar Rp2.900.000.

Setiap bulan terdakwa mengajukan permintaan berdasarkan rincian yang telah tertera, untuk uang saku tiga anak korban. Namun dalam waktu sekitar lima bulan uang yang telah disediakan tidak dikirimkan oleh terdakwa.

Hingga akhirnya saksi Ali Haidar Syaifullah yang merupakan anak korban menanyakan kalau tidak pernah lagi menerima uang bulanan, padahal seperti biasa dr Zailani menyediakan uang tersebut. Mengetahui hal itu, korban langsung menanyakannya dengan terdakwa, namun terdakwa mengaku telah mengirim, namun selalu gagal. Sehingga istri korban, dr Mariatul Fadillah mengonfirmasi ke pihak bank perihal kesalahan yang dimaksud oleh terdakwa.

Setelah dikonfirmasi ke pihak bank, ternyata bukti transfer dari terdakwa adalah palsu dan istri terdakwa kembali menanyakan ke terdakwa, namun saat itu juga terdakwa mengirimkan uang kepada saksi Siti Fatimah Azzahra sebesar Rp60 juta dan Ali Haidar Rp15 juta.

Ketika ditanyakan terdakwa mengaku kalau uang yang dikirimkan melalui teller bank kepada kedua anak korban tersebut diambil terdakwa dari uang kas rumah sakit.

Atas kejadian tersebut dr Zailani memeriksa pengajuan surat permintaan uang yang dilakukan terdakwa dan ditemukan bahwa angsuran di Bank Syariah Mandiri untuk pembayaran kredit pembelian alat USG seharga Rp600 juta selama 36 kali sudah lunas sejak Mei 2014.

Ternyata uang angsuran sebesar Rp20.800.000 sengaja dianggarkan terdakwa selama 13 bulan. Selain itu juga ditemukan pengajuan biaya pemasangan lift sebesar Rp231 juta dan hanya di bayarkan Rp31 juta.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, majelis hakim yang diketuai Togar, melanjutkan persidangan dengan pemeriksaan saksi. Kali ini JPU menghadirkan dr M Zailani dan saksi Siti Fatimah Azzahra.#ris

 

x

Jangan Lewatkan

6 Pria Asal Palembang Dilaporkan Hilang di Jawa Barat

Palembang, BP–Sebanyak enam pria asal Palembang dilaporkanmenghilang di Jawa Barat selama tiga bulan, sejak 14 September lalu. Keenamnya yakni Aditya ...