Home / Sumsel / Kalah di PT TUN Medan, KPU Sumsel Belum Mau Bersikap

Kalah di PT TUN Medan, KPU Sumsel Belum Mau Bersikap

Palembang, BP
KPU RI pada Senin (28/9) menggelar pertemuan dengan KPU Muaraenim untuk meminta klarifikasi dan laporan tertulis dengan keputusan PTUN Medan terkait kemenangan calon independen dari Kabupaten PALI, pasangan Eftiyani- Muchtar Jayadi (Yamu), beberapa waktu lalu.
Anggota KPU Sumsel Liza Lizuarni mengatakan hingga kini baik KPU Sumsel maupun KPU Muarenim belum menyikapi masalah ini.
“KPU Muaraenim sedang konsultasi dengan KPU RI, kami sudah kemarin ke KPU RI, kita lihat dulu hasilnya,” katanya, Senin (28/9).
Liza enggan memberikan komentar terkait permasalahan ini dengan alasan masih menunggu hasil konsultasi KPU Muaraenim dengan KPU RI.
“Kalau sudah, baru bisa koordinasikan,” katanya.
Hal senada dikemukakan Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan belum mengambil keputusan terkait masalah ini.
“Kita mau lihat dulu apa yang jadi perintah TUN itu, karena kalaupun kita benar atau salah tentu ada pertimbangan dari hasil penelitian ataupun di tingkat pengadilan Tata Usaha itu,” katanya.
Sedangkan laporannya sudah di kirim oleh divisi hukum KPU Sumsel terkait menangnya gugatan Eftiyani tersebut.
Terkait kekalahan di tingkat PT TUN Medan tersebut, Aspahani mengaku belum tahu , langkah apa yang akan diambil namun akan melihat langkah yang paling tepat.
Sebelumnya Jumat (18/9) pukul 15.45  gugatan Pasangan Calon (Paslon) Bupati PALI, Eftiyani – Muktar Jayadi (YaMu) akhirnya diterima Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Dengan diterima gugatan Paslon Bupati PALI jalur independen ini, maka Paslon YaMu berhak bertarung dengan dua kandidat Paslon Bupati PALI yang sudah ditetapkan oleh KPUD beberapa waktu lalu.
Yaitu pasangan  Heri Amalindo – Ferdian Andreas Lacony (HAFAL) dan Paslon jalur independent  Sukarman – Al Marizan (SUKA), ketiga kandidat ini nantinya akan meramaikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) PALI untuk merebut kursi nomor satu dan dua di Bumi Serapat Serasan pada 9 Desember 2015 mendatang.
Alhamdulillah seluruh gugatan kami diterima oleh PT TUN Medan, ‎ada tiga poin dari keputusan hakim, di antaranya mencabut keputusan Komisioner KPUD Muaraenim, nomor 46 terkait penetapan Paslon Bupati PALI. Kedua memerintahkan KPUD dan mencatumkan Paslon YaMu sebagai Paslon Bupati PALI untuk bertarung 9 Desember 2015 mendatang, dan terakhir KPUD membayar perkara di PT TUN Medan sebesar Rp 180 ribu,” kata Eftiyani didampingi kuasa hukumnya Dindin Suudin, SH, Jumat (18/9).
Dia menambahkan, gugatan YaMu sudah tiga kali sidang, yang pertama mendengarkan keterangan dari saksi penggugat (YaMu), dan sidang keduanya mendengarkan saksi dari pihak tergugat (KPUD) dan sidang terakhir ini(18/9) keputusan dari PT TUN menerima gugatan dari Paslon YaMu. #osk

x

Jangan Lewatkan

Pilgub Sumsel 2018, Posisi PDIP Dan Golkar Kuat

Palembang, BP Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kholil Pasaribu melihat pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ...