Home / Headline / Atasi Asap, Gubernur Tambah Alat dan Helipad

Atasi Asap, Gubernur Tambah Alat dan Helipad

Palembang, BP

pemadaman lahanUpaya maksimal dalam memadamkan kebakaran lahan terus dilakukan Pemprov Sumsel. Kini untuk menggenjot upaya pemadaman, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menginstruksikan menambah peralatan dan perlengkapan di dua kabupaten dengan titik api terbanyak. Yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.

“Baru tadi pagi (kemarin-red) saya dapat laporan permintaan tambahan alat. Malam ini atau besok pagi (hari ini-red) peralatan tambahan sampai. Kami kirim 10 pompa dan selang sepanjang 500 meter, masing-masing untuk tim penanggulangan pasukan darat di OKI dan Muba,” ujar Gubernur usai Rakor Bencana Asap di kantornya, Selasa, (29/9).

Selain itu, akan dibangun dua landasan helikopter atau helipad untuk meningkatkan efektivitas waterbombing. Sebab, selama ini masih kurang efektif karena helikopter masih harus bolak-balik dari Palembang ke lokasi kebakaran untuk mengisi bahan bakar dan mengambil kembali air.

Helipad dan penampungan air akan dibangun salah satunya di Kecamatan Cengal, OKI, tepat di dekat lahan gambut yang sering terbakar. Selain itu, Pemprov akan menyetop terlebih dulu pemberian izin perusahaan perkebunan. Dan, akan memperketat pemberian izin terhadap perusahaan perkebunan yang baru.

“Baik pencabutan dan pembuatan izin itu ada prosesnya. Perpanjang atau pembuatan izin berikutnya pun akan lebih berat. Tersangka pembakar sudah ditahan. Seluruhnya diproses dengan ketentuan yang ada,” tegasnya.

Pihaknya tidak terganggu dengan keputusan pemerintah Singapura yang telah menggugat lima perusahaan perkebunan yang beroperasi di Sumsel karena telah mengekspor asap ke negara tetangga tersebut. Karena pihaknya telah terlebih dahulu menggugat dan mencabut izin perusahaan nakal tersebut.

Sejak 26 Februari, Sumsel pun telah membuat pernyataan siaga darurat bencana asap yang berlaku hingga 31 Oktober mendatang. Untuk itu, pihaknya terus berupaya maksimal untuk menanggulangi asap dengan target tersebut.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang sudah memasuki kategori membahayakan, pihaknya telah menyiagakan puskesmas di seluruh daerah yang terpapar kabut untuk beroperasi selama 24 jam.

“Kalau memang tindakan tersebut harus dilakukan, akan kami lakukan. Tapi evakuasi bukan berarti harus dibawa keluar Kota Palembang. Kami evakuasi orang yang di rumahnya tidak memiliki AC bisa dievakuasi. Kami siagakan gedung perkantoran,” tuturnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mencatat sebanyak 23.590 kasus ISPA. Kepala Dinkes Sumsel Dra Lesty Nuraini membeberkan data tersebut belum secara keseluruhan, karena baru sebagian kabupaten dan kota yang memberikan laporannya.

Sebanyak 12.769 atau hampir separuh totalnya tersebar di Kota Palembang. Ia mengungkapkan, secara total selama 1 Januari hingga 28 September 2015 ada 248.061 kasus, dengan jumlah kasus di Palembang ada 127.822 kasus.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Agus Santosa menambahkan, asap yang berkumpul di Palembang pada Selasa (29/9) tertahan di Palembang akibat kelembaban udara. “Angin bertiup tenang, jadi asap tidak kemana-mana. Sementara asap ini akumulasi dari hari-hari sebelumnya jadi mengganggu jarak pandang,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Satgas Bencana Asap Danrem 044/GAPO Kolonel Infantri Tri Winarno mengatakan, pihaknya akan memadamkan lebih intensif lagi. “Kita membuat langkah-langkah yang lebih efektif. Diharapkan dengan langkah-langkah ini pemadaman hotspot bisa lebih cepat,” katanya.

Langkah-langkah tersebut yakni dengan operasi pemadaman darat mengerahkan personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pihak perusahaan, relawan dan masyarakat sekitar. Di jalur udara, pihaknya mengerahkan pesawat Cassa dan Air Tractor, bersama tujuh helikopter dari BNPB.

Helikopter yang ada di Palembang akan direposisi ke Cengal dan Muara Medak, serta beberapa desa lain yang terpantau asap untuk mengefektifkan pemadaman. “Kita minta bantuan aparat desa dari kecamatan hingga kelurahan. Harapan kita ini dapat memperkecil dan menghilangkan titik api,” terangnya.

Tri menjelaskan, lahan gambut saat ini masih berpotensi terbakar karena api sudah masuk ke dalam lahan gambut hingga kedalaman delapan meter. Diakuinya, saat ini luas kebakaran terus meningkat sehingga pasukan pemadaman tidak bisa mencapainya melalui operasi udara.

Pihaknya mengoptimalkan operasi darat dalam operasi pemadaman tersebut. Diakuinya saat ini keseluruhan personel ada 1.068 TNI, 489 Kodam, 200 Brimob Mabes Polri dan Brimob Polda berkekuatan 300 orang sudah dikerahkan. “Dinas kebakaran daerah setempat juga sudah diterjunkan,” ucapnya. #idz

x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...