Home / Sumsel / Polri Tetapkan 204 Tersangka Pembakar Lahan

Polri Tetapkan 204 Tersangka Pembakar Lahan

Jakarta, BP
          Polri gencar menyelidiki kasus pembakaran hutan dan lahan yang marak terjadi di sejumlah daerah.          “Terkait kebakaran hutan dan lahan telah ditetapkan sebanyak 204 tersangka. Dengan rincian 195 perseorangan, 9 koorporasi,” kata Kabareskrim Polri Komjen Anang Iskandar dalam pesan singkatnya, Minggu (27/9).
          Anang mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 68 perseorangan dan 5 koorporasi sudah ditahan. Sementara secara umum, Polri telah menangani sebanyak 218 laporan kasus pembakaran hutan dan lahan, 176 laporan untuk perseorangan dan 42 koorporasi.
          “Dengan rincian Bareskrim 4 laporan (koorporasi). Satu tahap penyelidikan, tiga penyidikan, satu tersangka,” ujar mantan Kepala BNN itu.
          Secara rinci, Polda Sumatera Selatan menangani 34 laporan. 14 Di antaranya masih dalam tahap penyelidikan dan 20 dalam tahap penyidikan (11 perseorangan, 9 koorporasi). Sebanyak 24 orang dan 4 koorporasi telah ditetapkan sebagai tersangka di Sumsel.
          Koorporasi yang terlibat paling banyak terjadi di Riau. Dari 68 laporan yang ditangani Polda Riau, 45 kasus telah dalam tahan penyidikan dengan rincian 28 kasus perorangan dan 17 koorporasi. 23 berkas telah dinyatakan lengkap atau P21 dan siap disidangkan. “Untuk tersangka di Polda Riau, 57 perseorangan, 1 koorporasi,” ujarnya.
          Kemudian Polda Jambi menangani 18 laporan. 4 Masih penyelidikan dan 11 (7 perseorangan, 4 koorporasi) dalam penyidikan dengan jumlah tersangka sebanyak 27 orang. 1 Kasus telah dinyatakan lengkap dan 2 kasus saat ini telah memasuki tahap dua.
          Polda Kalimantan Tengah menangani 57 laporan. 43 (40 perseorangan, 3 koorporasi) kasus dalam tahap penyidikan, 14 kasus telah tahap dua. 52 orang dan 3 koorporasi ditetapkan sebagai tersangka.
          Selain itu, Polda Kalimantan Barat juga menangani 25 laporan. 23 (20 perseorangan, 3 koorporasi) kasus dalam tahap penyidikan dengan 21 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dua berkas di Polda Kalbar telah dinyatakan lengkap.
          Sementara itu, Polda Kalimantan Selatan menangani 8 laporan yang seluruhnya telah dalam tahap penyidikan. Dari 8 berkas itu, 5 di antaranya merupakan perseorangan dan 3 koorporasi. 4 Orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
          Sedangkan Polda Kalimantan Timur menangani empat laporan yang seluruhnya telah dalam tahap penyidikan dengan 4 tersangka perseorangan. Dari seluruh kasus pembakaran lahan dan hutan yang ditangani polisi di berbagai daerah, diperkirakan sekitar 41.854,89 hektar lahan terbakar.

Turun Signifikan

Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel H Achmad Taufik, memastikan hotspot di Sumsel yang mencapai 1.000 titik pada Sabtu (26/9), turun signifikan dan hanya tinggal 68 titik.

“Untuk hari ini (kemarin-red) asap masih ada, namun berkurang cukup signifikan dibanding beberapa hari lalu. Jika dilihat indikator hotspot di Sumsel dua hari lalu berturut-turut 1.000, 1.000 lebih,” katanya.

Walaupun demikian pihaknya masih terus berupaya secara maksimal agar asap di Sumsel dapat terus berkurang. Sekalipun pemadam sangat kesulitan air, dan lokasinya jauh-jauh, sehingga penanggulangan tidak bisa langsung memutus kondisi tebalnya asap.

Sementara itu, Satgas penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI terus bekerja ekstra keras untuk melakukan pemadaman titik api di sejumlah wilayah di Sumsel.

Hingga saat ini, 3 Satuan Setingkat Batalyon (SSY) atau 1.050 prajurit TNI yang memperkuat Subsatgas Darat bersama-sama dengan instansi terkait terus berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik api.#osk/det/ant

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sumsel Dapat Bantuan Lima Unit Bus Air

Palembang, BP Lima unit bus air dioperasikan di Sungai Musi untuk melayani para tamu yang ingin berwisata menikmati keindahan Kota ...