Home / Sumsel / Banyuasin / Korban ‘Traficking’ Enggan Pulang ke NTT

Korban ‘Traficking’ Enggan Pulang ke NTT

Banyuasin, BP
Melda (16), satu dari empat korban penjualan manusia yang berlindung di Mapolres Banyuasin, enggan pulang ke daerah asalnya, Desa Naekake , Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara, yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Republik Demokrat Timor Leste.
Dia mengatakan, berangkat dari rumah untuk mencari kerja. Bagusnya belum pulang dulu sebelum dapat pekerjaan. “Kalau ada yang mau beri kita gaji Rp 1 juta sebulan, saya ingin tetap di sini. Bekerja jadi pembantu rumah tangga atau apalah yang bisa dilakukan, yang penting baik,” ungkapnya.
Menurutnya, di kampungnya barang-barang mahal, air bersih juga sulit didapat. “Di sini berbeda, orangnya baik. Apalagi di kantor ini, kita dijaga aman oleh bapak polisi,” jelasnya.
Saat ini empat korban penjualan manusia, Marlan Talaen (16), Maria Goreti (20), Yangger Yamira (16), dan Melda masih berlindung di Mapolres Banyuasin. Sembari menunggu proses hukumnya selesai.
Kapolres Banyuasin AKBP Julian Muntaha melalui Kastreskrim Agus Munandar mengatakan kasus ini sudah dilimpahkan ke jaksa. Namun masih ada yang perlu dilengkapi. “Kekurangan yang diminta sudah dikirim lagi ke jaksa, tinggal menunggu tindak lanjutnya,” jelasnya.
Selain dua tersangka itu, Polda NTT juga menangkap dua tersangka Ab yang sering dipanggil Bunda dan CH di Kupang NTT. “Untuk tersangka Paulus masih dalam pengejaran, mereka,” katanya.
Terkait keterlibatan pihak Imigrasi Palembang saat ini masih sebatas saksi. “Tapi kasus ini masih terus kami kembangkan,” katanya.#mew
x

Jangan Lewatkan

Teroris di Sumsel Berpotensi Bertambah

Palembang, BP–Setelah empat hari melakukan pemeriksaan terhadap 12 terduga teroris di Sumsel yang ditangkap, Minggu (10/12), akhirnya Detasemen Khusus 88 ...