Home / Sumsel / Idul Adha di Glasgow, Tiga Gelombang Shalat Ied

Idul Adha di Glasgow, Tiga Gelombang Shalat Ied

Oleh MAYA SUSANTI – Skotlandia

SAMSUNG CSC

KHUTBAH-Jemaah pria mendengarkan khutbah seusai shalat Idul Adha gelombang pertama di lantai satu Masjid Utama Glasgow.

JAM tangan saya menunjukkan pukul 07:28 ketika saya tiba di depan Glasgow Central Mosque (Masjid Utama Glasgow). Saya pun bergegas mengikuti seorang ibu yang tampaknya juga akan mengikuti ibadah shalat Idul Adha. Kami masuk ke salah satu pintu yang mengantarkan kami menuju lantai dua dari masjid ini. Begitu memasuki masjid, saya merasakan suasana yang berbeda dari yang biasanya saya temui di Indonesia. Lantai dua masjid ini cukup ramai, tapi tentu tak seramai masjid-masjid di Indonesia, khususnya saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. Hanya ada beberapa orang yang tampaknya berasal dari ras Melayu, sisanya penduduk asal Asia Selatan (India dan Pakistan) dan penduduk asal negara-negara Islam di Afrika.

Saya langsung melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid atau shalat sunah dua rakaat saat baru tiba di masjid. Kemudian, ajakan untuk sholat berjamaah berkumandang. Saya bertanya dengan seseorang di sebelah kanan saya apakah shalat Idul Adha akan segera dimulai. Ia mengangguk. Jamaah pun shalat dengan khusyuk.

Selesai shalat, kami pun mendengarkan khotbah. Lagi, suasana berbeda saya temui. Khotbah disampaikan dengan bahasa Arab. Meski beberapa kali mendengarkan khotbah dengan bahasa Arab, tetap saja saya merasakan suasana yang berbeda. Mungkin karena selama ini selalu mendenggarkan khotbah dalam bahasa Indonesia. Tapi syukurlah hal ini tidak mengurangi makna khotbah yang juga diakhiri dengan doa.

Usai sholat, setelah bersalam-salaman, jamaah tampak bergegas meninggalkan masjid. Maklum, mereka yang membawa mobil diminta untuk segera memindahkan mobil karena jamaah lainnya juga akan memasuki masjid. Di sini, shalat Ied dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pukul 07:30, 09:30, dan 11:00. Hal ini karena umat muslim yang shalat di masjid utama ini berasal dari seluruh penjuru Glasgow, sehingga dijadwalkanlah tiga waktu shalat, agar masjid tetap bisa digunakan oleh semua muslim.

Sekedar melihat sejarah, penyebaran Islam di Glasgow tak luput dari peran seorang pelajar asal Mumbai yang belajar di Edinburgh, ibukota Skotlandia pada tahun 1858-1859. Populasi muslim terus bertambah lantaran adanya imigrasi, khususnya dari Pakistan. Di Glasgow, kota terbesar ketiga di Britania Raya (setelah London dan Birmingham), populasi muslim terus meningkat, berdasarkan sensus pada tahun 2011, jumlah penduduk muslim 76737, atau 1,4 % dari penduduk Skotlandia. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat hingga tahun-takun berikutnya.

Masjid Utama Glasgow memang tidak sebesar masjid-masjid agung yang ada di Indonesia, namun masjid ini adalah bukti nyata perkembangan Islam di wilayah utara Britania Raya ini. Secara keseluruhan, masjid ini berukuran empat hektar. Dibuka untuk umum sejak 18 Mei 1984 dengan menelan biaya tiga juta poundsterling yang mampu menampung 2.500 jamaah, termasuk di lantai dua khusus untuk jamaah perempuan. #

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

PAN Sumsel Bakal Pidanakan Orang yang Ngaku Kader, Usai Deklarasi Dukungan ke Jokowi

Palembang, BP Pengurus DPW PAN Sumatera Selatan (Sumsel)  angkat bicara terkait adanya segelintir orang mengatasnamakan kader partai mendukung pasangan calon ...