Home / Sumsel / Angka Kematian Ibu di Sumsel di Bawah Rata-rata Nasional

Angka Kematian Ibu di Sumsel di Bawah Rata-rata Nasional

Palembang, BP
Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan merupakan salah satu indikator tujuan pembangunan milenium atau Millenium Development Goals (MDGs). Saat ini tercatat AKI Provinsi Sumatera Selatan berada di bawah rata-rata nasional.

Saat ini, sebanyak 148 kasus ibu meninggal per 100.000 kelahiran di Sumsel. Sedangkan angka rata-rata nasional jauh lebih tinggi yakni 359/100.000 kelahiran.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Ekowati Retnaningsih mengatakan, sejak tahun 2011 terjadi tren yang fluktuatif terhadap AKI yang dihitung per 100.000 kelahiran hidup. Pada 2011 tercatat 120 kasus, meningkat menjadi 149 kasus pada 2012, turun sedikit pada 2013 menjadi 146 kasus, dan kembali meningkat menjadi 155 pada 2014.

Pihaknya menargetkan AKI turun setidaknya menjadi 102 kasus pada akhir 2015 ini. “Target pada poin 5A yakni menurunkan angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup ini memang belum tercapai, namun Sumsel sudah dibawah nasional,” tutur Eko saat menyampaikan laporan rakoor dan evaluasi kinerja MDGs Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumsel beberapa waktu lalu.

Pada Rencana Aksi Daerah MDGs yang direncanakan sebelumnya, pihaknya membutuhkan Rp1.089.740.000 dengan tiga program dan 13 kegiatan. Sedangkan yang tersedia dalam APBD baik provinsi maupun kabupaten untuk penurunan AKI sebanyak Rp4.211.220.000 dengan tiga program dan delapan kegiatan.

Dalam rencana tindak lanjut penurunan AKI, pihaknya akan melakukan pengawalan penurunan AKI dengan cara melakukan kerjasama atau penandatanganan MoU antara Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan puskesmas, melakukan peningkatan layanan internatal, dan melakukan penjaminan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih, serta peningkatan layanan keluarga berencana (KB).

“Selain itu juga akan dilakukan peningkatan layanan akses terhadap pelayanan KB dan Kespro berkualitas, terutama di kawasan pesisir seperti Kabupaten Banyuasin dan OKI. Serta terakhir, akan dikoordinasikan kepada Dinkes Kabupaten/Kota untuk melakukan revitalisasi posyandu agar pelayanan kesehatan terhadap ibu dan bayi meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumsel H Mukti Sulaiman sebelumnya mengatakan, Pemprov Sumsel pun mengajak masyarakat untuk mengomsumsi ikan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi melalui pencanangan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) beberapa waktu lalu.

Menurutnya, campur tangan pemerintah dalam menekan AKI sangat diperlukan. Cara lebih menggiatkan makan ikan ini, ujar Mukti, akan menjamin kesehatan ibu dan bayi. Karena, kandungan ikan memiliki banyak gizi seperti omega.

“Ikan dipercaya memiliki kandungan gizi yang bisa memberikan pertumbuhan dan perkembangan ibu dan anak lebih baik. Selain fasilitas kesehatan, kami juga memperhatikan asupan gizi masyarakat sumsel,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin berujar, saat ini angka kematian ibu saat melahirkan masih tinggi. Pihaknya bersama tenaga ahli dan masyarakat harus bahu-membahu untuk bisa mengantisipasi hal yang sangat penting ini.

“Sebab-sebabnya dipelajari, lalu kita respon bersama. Beberapa penyebab kematian ibu saat melahirkan adalah usia perkawinan yang masih terlalu muda, kurang lengkapnya fasilitas kesehatan, atau pengetahuan ibu hamilnya sendiri yang masih kurang. Setelah tahu masalahnya, kita selesaikan bersama-sama,” tandasnya. #idz

x

Jangan Lewatkan

Hujan Makin Sering, Waspadai DBD dan Sarang Nyamuk

Palembang, BP Cuaca yang kurang bersahabat perlu diwaspadai oleh warga Sumatera Selatan. Hingga akhir Desember, curah hujan diperkirakan masih tinggi ...