Home / Headline / 2015, Sumsel Mulai ‘Ground Breaking’ LRT

2015, Sumsel Mulai ‘Ground Breaking’ LRT

 #23 Stasiun Diberi Nama Mantan Gubernur dan Wagub Sumsel

Palembang, BP
lrt lrtKepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Sumatera Selatan H Nasrun Umar memastikan pemasangan tiang pancang (ground breaking) LRT (Light Rail Transit) atau kereta api ringan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sampai ke Jakabaring yang panjangnya 24,5 kilometer dan menghabiskan dana Rp7,2 triliun akan dilakukan tahun ini juga.
“Dalam perpres tersebut disebutkan paling lambat Juni 2018 LRT sudah operasional untuk menyambut Asian Games,” katanya, Minggu (27/9). Apalagi  fisibility study (FS), detail engineering design (DED), dan izin  kerangka acuan dampak lingkungan semuanya sudah dibuat.
Selain itu Peraturan Presiden (Perpres) mengenai LRT sedang dibahas di Sekretariat Negara (Setneg) RI, setelah itu dilakukan harmonisasi di departemen lalu  ditandatangani.
“Anggarannya Rp7,2 triliun ditanggung APBN. Kita enggak keluar dana, kecuali pembebasan lahan 4 hektar untuk Depo LRT di Jakabaring depan OPI Mall, termasuk APBD P 2015 Rp30 miliar itu terpisah, walaupun kecil harus ada sharing dari APBD,” katanya.
Soal anggaran Rp7,2 triliun dengan asumsi 1 dolar AS Rp13 ribu, namun pihaknya selalu bicara pada angka Rp7,2 truliun di mana anggarannya diambil dari APBN 2016, 2017, dan sebagian APBN 2018 (multiyears).
Apalagi pembangunan rel LRT dilakukan di median jalan. “Untuk pembebasan lahan itu (tugas) biro pemerintahan Pemprov Sumsel,” katanya.
Nasrun ingin pembangunan LRT dimulai dari Depo LRT di Jakabaring, setelah itu melewati Jembatan Ampera. Karena kendala kita itu pada Jembatan Ampera, bebannya jangan terlalu berat, kalau sampai Masjid Agung sudah ada distribusi,” katanya.
Untuk melewati Jembatan Ampera, LRT akan dibangun jalur rel di samping Jembatan Ampera atau  sebelah kiri atau tepatnya dekat Pasar 16, sedangkan untuk Fly Over Jakabaring rel LRT akan dibangun di sebelah kiri dekat masjid.
Untuk lokasi penurunan penumpang (stasiun), menurutnya, ada 23 titik di mana tiap pemberhentian (stasiun) akan diberikan nama-nama mantan Gubernur Sumsel, mantan Wagub Sumsel, atau mantan Sekda Sumsel karena LRT milik Pemprov Sumsel bukan milik Pemkot Palembang, namun yang menikmati LRT nanti adalah masyarakat kota Palembang.
“Prinsipnya kita mencarikan solusi transportasi di kota Palembang dengan biaya terjangkau oleh masyarakat dan cara pembayaran LRT nantinya  bisa menggunakan kartu dan tunai,” katanya.
Jika LRT selesai di angun, Sumsel yang pertama memiliki LRT di Indonesi. “Kalau nomor 1 di luar Jawa ya, Sumsel, kita, menyisihkan tujuh kota untuk LRT ini,” katanya.
Untuk Asian Games 2018 tidak ada partisipan, kecuali  CDM dan tamu kehormatan negara yang diturunkan ke jalan semuanya naik LRT. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

PD Sumsel Sesalkan Pengerusakan Bendera di Riau

Palembang, BP Bagi Partai Demokrat (PD) sosialisasi melalui alat peraga kampanye (APK) seperti bendera, umbul-umbul dan spanduk sangat efektif dalam ...