Home / Palembang / 10.000 KTP di Palembang Miliki Data Ganda

10.000 KTP di Palembang Miliki Data Ganda

Palembang, BP

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang mencatat ada sekitar 10.000 data yang mengalami duplikat record atau data ganda. Hal ini disebabkan warga melakukan perekaman lebih dari satu tempat.

 

Menurut Kepala disdukcapil Kota Palembang Ali Subri sejak launching KTP Elektronik (E-KTP) pada Desember 2014 lalu pihaknya menerima data dari server di pusat bahwa untuk Kota Palembang ada 10.000 lebih data duplikat record (ganda).

 

“Sebelum melakukan perekaman sudah melakukan perekaman di tempat lain. Dengan kondisi tersebut harus dibersihkan karena tidak mungkin E-KTPnya dicetak secara fisik,” katanya kepada wartawan.

 

Untuk membersihkan data duplikat maka data yang tidak valid harus dihapus dan menggunakan data yang sebenarnya. Warga yang memiliki data ganda harus mengurus pindah secara resmi dari tempat asal dikeluarkan KPT ke Kota Palembang.

 

“Harus sudah urus pindah dan camat tempat tinggal yang barunya bisa mengeluarkan kartu keluarganya,” ujarnya.

 

Selain itu, dalam data kependudukan masih ditemukan juga nomor induk kependudukan (NIK) invalid, sehingga harus dibuatkan NIK baru.

 

Sesuai UU No 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan bahwa E-KTP bersifat ketunggalan dan berlaku seumur hidup.

 

“Jadi one man, one person dan one number. Jika ada NIK invalid maka NIK yang bersangkutan harus diubah dahulu,” ujarnya.

 

Sementara itu, dari data Disdukcapil Kota Palembang masih banyak masyarakat yang melaporkan KTP yang hilang dan rusak. Menurut Ali, sejak Januari sampai Agustus 2015 E-KTP yang hilang sebanyak 2.042 dan KTP yang hilang untuk laporan kedua ada 745 kasus.

 

Terhadap E-KTP yang hilang, jelasnya, meskipun belum langsung dicetak, namun e-KTP yang hilang harus segera dilaporkan.  Sebab data yang masuk itu E-KTP yang dilaporkan dan disinyalir masih banyak E-KTP yang hilang namun tidak dilaporkan.

 

E-KTP yang hilang dengan alasan beragam, mulai dari kecopetan dan sebagainya. Biasanya e-KTP itu kan diletakkan di dompet, tapi karena kecopetan e-KTP nya ikut hilang. Dan ini harus segera diurus,” jelasnya.

 

Ali menyebutkan, bagi warga Palembang yang kehilangan e-KTP harus lebih bersabar. Pasalnya, untuk pencetakan masih di prioritaskan bagi warga yang belum mendapatkan e-KTP dahulu.

 

E- KTP diharapkan segera melapor kepada pihak Kepolisian, kemudian ke Kecamatan untuk dibuatkan KTP sementara. Sehingga, apabila ada keperluan yang memerlukan KTP, warga tidak kesulitan. #ren
 

 

x

Jangan Lewatkan

Ratusan Koperasi Tinggal Papan Nama

Palembang, BP — Pertumbuhan koperasi di Kota Palembang terbilang cukup signifikan terutama yang dibentuk oleh masyarakat. Dari total 1082 hampir setengahnya ...