Home / Headline / Pimpinan DPRD Akui Terima Uang

Pimpinan DPRD Akui Terima Uang

#Sidang Kasus RAPBD Muba

Palembang, BP

BP/ARRACHIM SIDANG - Ketua DPRD Muba Ramon Iskandar saat memberikan keterangan dalam persidangan Pengadilan Tipikor diPengadilan Negri Palembang, Jumat (25/9)

BP/ARRACHIM
SIDANG – Ketua DPRD Muba Riamon Iskandar saat memberikan keterangan dalam persidangan Pengadilan Tipikor diPengadilan Negri Palembang, Jumat (25/9).

Dalam sidang lanjutan kasus suap persetujuan LKPJ kepala daerah 2014 dan pengesahan APBD 2015, Pimpinan DPRD Muba Islan Hanura mengaku pernah menerima uang sebesar Rp150 juta, dari Pemerintah Kabupaten Muba, Jumat (25/9).

Di hadapan mejelis pada persidangan di Pengadilan Tipikor Klas IA Khusus pada PN Palembang yang diketuai Parlas Nababan, Wakil Ketua DPRD Muba ini menjelaskan uang tersebut diterima dalam dua tahap.

Pada Januari, sebelum adanya pembahasan RAPBD sebesar Rp100 juta yang diberikan ketua fraksi. Kemudian Rp50 juta dari Ketua DPRD Muba Riamon Iskandar, awal April, setelah pertemuan di Hotel Swarna Dwipa. Dengan maksud untuk meloloskan RAPBD.

“Yang saya tahu pemberian pertama di fraksi saya ada enam orang, ketua fraksi Rp75 juta, empat anggota masing-masing Rp50 juta dan saya Rp100 juta,” ujar Islan di hadapan majelis hakim.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui nominal atas komitmen pemberian fee kepada DPRD dari Pemerintah Kabupaten Muba. Ia membantah jika dianggap meminta uang sebesar Rp400 juta maupun Rp200 juta.

“Tidak pernah minta uang, baru tahu saat bertemu Bambang, kalau ada titipan dan saya diberi Rp50 juta. Tapi, saya tidak pernah meminta serta nominal komitmen saya juga tidak tahu,” tuturnya.

Sementara itu, Riamon Iskandar, selaku Ketua DPRD Muba dalam persidangan sempat tidak mengaku pernah menerima uang. Namun, akhirnya setelah dikonfrontir dengan Islan Hanura, ia mengakui menerima yakni Rp50 juta dan Rp99 juta.

Pengakuan ini juga dibenarkan saksi Ridwan alias Iwan, mantan sopir Bambang Karyanto yang secara tiba-tiba masuk ke ruang sidang dan mengatakan kalau uang yang dibagikan tersebut diterima melalui perantara oleh hampir seluruh fraksi.

“Untuk jatah Pak Riamon dan Ketua Fraksi PAN, tidak secara langsung, tapi melalui perantara, yakni diberikan ke Yulisman,” ucapnya.

Namun, dalam persidangan yang menggabungkan empat terdakwa, Syamsudin Fei, Faysar, Bambang Kariyanto, dan Adam Munandar, hanya menghadirkan dua dari tujuh saksi yang direncanakan.

“Sidang hari ini (kemarin-red) kita tunda dan kembali akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan lima saksi yang belum serta saksi lain yang akan dihadirkan oleh jaksa penuntut umum,” kata Parlas.

Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Ali Fikri, menganggap keterangan dua saksi yang telah dihadirkan kali ini sudah sesuai dengan dakwaan sebelumnya. Meski keterangan saksi Riamon Iskandar dianggap masih terkesan ada yang ditutupi.

“Setiap saksi berhak memberikan keterangan apapun, nanti kita dan majelis hakim yang akan menilai serta kita juga akan kroscek dengan saksi serta alat bukti lain. Tapi, hari ini sudah cukup sesuai dengan surat dakwaan,” jelasnya.#ris

x

Jangan Lewatkan

Sosialisasi Pilgub Sumsel Dan Pemilu, KPU Sumsel Libatkan Stekholder Terkait

Palembang, BP Dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yaitu Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) 2018 ...