Home / Headline / Pembangunan Pasar Cinde Modern Dimulai Akhir Tahun

Pembangunan Pasar Cinde Modern Dimulai Akhir Tahun

IMG_20150923_093617Palembang, BP
Pembangunan Pasar Cinde Modern yang seharusnya mulai pada Oktober lalu, mulai dipertanyakan oleh Gubernur Sumatera Selatan kepada jajarannya di Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Eddy Hermanto telah menegaskan bahwa pihaknya sudah merencanakan dan menetapkan akan mulai dibangun Desember 2015 mendatang. Namun Eddy enggan menjelaskan lebih jauh alasan terlambatnya pembangunan salah satu proyek Build Operate Transfer (BOT).

“Yang jelas hal ini sudah dibicarakan dengan Gubernur. Segala persiapan sudah matang dan tidak ada perubahan konsep serta tidak ada masalah,” tuturnya usai rapat pendanaan Asian Games beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, pihaknya masih menunggu pembahasan kontrak dengan PT Aldiron sebagai investor. Pihaknya mengklaim bahwa pembahasan kontrak akan selesai pada akhir bulan ini.

Setelah pembahasan masa kontrak BOT selama 30 tahun dengan PT Aldiron selesai,  maka pembahasan akan langsung dibawa ke DPRD Sumsel. Nantonya DPRD Sumsel yang akan mengesahkan rencana pembangunan BOT ini.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menjelaskan, hingga saat ini dirinya belum melihat ada realisasi pembangunan Pasar Cinde Modern sejak direncanakan Februari 2015.

“Setelah dijelaskan, tidak ada masalah dalam rencananya. Hanya tinggal menetapkan pelaksanaan pembangunan kontruksi. Pasar Cinde ini harus cepat terealisasi karena salah satu prioritas pembangunan. Posisinya penting untuk pelaksanaan Asian Games,” tuturnya.

Pasar Cinde direncanakan menjadi salah satu halte pemberhentian Light Rail Transit (LRT) yang akan membentang dari Jakabaring Sport City (JSC) ke Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Pasar Cinde nantinya akan bertransformasi menjadi lebih modern. Bangunan dua lantai dirubah menjadi 12 lantai. Pasar Cinde digadang-gadang akan menjadi pusat bisnis serta kawasan dagang dan jasa berskala internasional.

Saat ini, ada 450 pedagang, 561 kios, dan 281 los yang ada di Pasar Cinde. Juga ada sekitar 100 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Cinde. Pedagang akan direlokasi ke tempat yang tidak jauh dari pasar agar pedagang dan pengunjung pun tidak terganggu aktivitasnya atas adanya pembangunan.

Sebelumnya, Senior Business Development PT Aldiron Atar Tarigan mengatakan, Pasar Cinde baru nanti akan dinamakan dengan Plaza Cinde Aldiron. Berdiri di atas lahan seluas 6.810 meter persegi, Pasar Cinde akan dijadikan pusat perdagangan dan perkantoran.

“Kita membuat desain Songket Naga Besaung di mana dinding pasar luar pasar. Tetap mengutamakan heritage, ikon kehidupan urban, bangunan hijau dengan pemeliharaan murah dan efisien,” terangnya.

Dari 12 lantai yang akan dibangun, untuk retail disediakan enam lantai. Dengan pengelompokkan lantai satu dan dua khusus pedagang lama. Lalu tiga lantai untuk lahan parkir, dan tiga lantai lagi untuk perkantoran. Bagian depan juga dibangun gedung untuk stasiun Monorel yang terhubung ke lantai 3 pasar menggunakan skybridge.

“Konsepnya pasar modern. Pedagang lama menjadi prioritas dan kita jamin mendapatkan prioritas untuk menempati Cinde. Kita akan membuat pasar basah dan kering agar lebih sehat dan nyaman,” ujarnya.

Juga akan dibangun area parkir berkapasitas 400 kendaraan roda empat. Sehingga tidak akan ada lagi parkir liar di pinggir jalan sekitar pasar. PT Aldiron menargetkan dana yang dibutuhkan untuk bangunan itu sedikitnya Rp 225 miliar. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penanganan Banjir di Kota Palembang Harus Fokus

Palembang, BP Banjir yang di terjadi di kota Palembang beberapa hari yang lalu nampaknya tidak pernah tuntas dibenahi oleh Pemerintah ...