Home / Olahraga / Lahat Fokus Bina Atlet Belia

Lahat Fokus Bina Atlet Belia

Palembang, BP

Meski prestasi atlet tenis lapangan Sumatera Selatan belum menggembirakan, pembinaan di daerah tetap berjalan.

Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Lapangan (Pelti) Kabupaten Lahat. Makanya atlet-atlet dari sana kerap menjadi andalan Sumsel di panggung nasional.

Saat ini Pengcab Pelti Lahat memiliki 34 atlet tenis, yang semuanya belia. Mulai dari kelompok umur (KU) 7 tahun hingga 18 tahun. Dua di antaranya, Rafhidiya M (KU 16 tahun) dan Rahmat (KU 18 tahun), yang menjadi andalan Sumsel pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. “Rafhidiya M merupakan atlet peringkat tiga nasional KU 16 junior,” kata Pelatih Tenis Lapangan Kabupaten Lahat Wijayanto, belum lama ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, latihan mengambil tempat di Lapangan Tiara Remaja, yang berada di rumah dinas Bupati Lahat Saifudin Aswari Riva’i. Latihan empat kali seminggu setiap sore hari.

“Khusus untuk hari minggu, latihan ditambah waktunya pagi dan sore. Sementara untuk persiapan kejuaraan, latihan dimaksimalkan pagi dan sore selama seminggu. Jadi kita siap melahirkan atlet tenis lapangan untuk Sumsel,” jelas pelatih, yang telah memiliki sertifikat nasional ini.

Dikatakan, untuk mengikuti kejuaraan, baik tingkat daerah maupun nasional, pihaknya selain difasilitasi Pengcab Pelti Lahat, juga mendapat dukungan dari KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lahat. Sementara untuk atlet yang tergabung dalam program pembinaan KONI Sumsel, jadi kewenangan Pelti dan KONI provinsi.

“Kita tetap mengandalkan bantuan-bantuan dari sejumlah pihak, termasuk KONI Sumsel. Apalagi atlet yang kita kirim mewakili provinsi untuk kejuaraan tingkat nasional. Saat ini, Lahat cukup bangga karena memiliki salah satu atlet peringkat tiga nasional, yakni Rafhidiya,” tambahnya.

Sementara itu, Nuki, orangtua dari Rafhidiya, mengatakan, putra bungsunya dari tiga bersaudara saat ini menjalani pendidikan di salah satu SMA di Bandung, Jawa Barat.

“Pertama kali Rafhidiya bermain tenis di umur lima tahun. Prestasi pertamanya diraih meraih juara pertama kejuaraan nasional KU 10 tahun di Jambi. Sementara prestasi selanjutnya juara pertama pada kejuaran KU 12 tahun di Cianjur, yang merupakan prestasi pertamanya di Pulau Jawa,” urainya.

Ditambahkannya, Rafhidiya menggeluti olahraga tenis lapangan atas kemauan pribadi. Darah atlet mengalir dari kakeknya, yang juga seorang petenis. Sejak pertama kali juara di pulau Jawa, kemudian prestasinya terus menanjak sampai terakhir meraih medali perunggu di PON Remaja 2014.

“Saat ini Rafidhiya sedang mengikuti Popnas di Jawa Barat, namun mewakili Jawa Barat karena dia sekolah di sana. Event berikutnya, Pra-PON di Tarakan untuk memperebutkan tiket PON Jabar tahun 2016. Semoga saja semua tagetnya tercapai,” harapnya. O sug

x

Jangan Lewatkan

16 Negara Asia Ramaikan Takraw Asian Games 2018

Palembang, BP– Pesta olahraga bangsa-bangsa Asia yang bakal digeber di Ibukota Jakarta dan Bumi Sriwijaya 2018 mendatang kini terus mengalami ...