Home / Pendidikan / Ajarkan Manasik Haji Sejak Dini

Ajarkan Manasik Haji Sejak Dini

BP/ADI KURNIAWAN MANASIK-Ribuan siswa Home Schooling Group BAI SD Khoru Ummah 15, mengikuti pelaksanaan simulasi cara Manasik Haji, Minggu (20/9).

BP/ADI KURNIAWAN
MANASIK-Ribuan siswa Home Schooling Group BAI SD Khoru Ummah 15, mengikuti pelaksanaan simulasi cara Manasik Haji, Minggu (20/9).

Kalimat talbiyah berkumandang dari toa guru pendamping diiringi dengan ribuan anak berpakaian ihram melaksanakan rukun haji di Halaman Yayasan IBA Palembang. Tidak terkecuali Alif, siswa Home Schooling Group BAI SD Khoru Ummah 15, dia begitu bersemangat mengikuti rangkaian ibadah mulai dari wukuf, berkeliling kabah, sai, memotong rambut/ tahallul dan tertib.

Lokasi untuk pelaksanaan ibadah ini pun dibuat sederhana berbahan kertas karton seperti tulisan menunjukkan daerah Mudzalifah, Mina, Bukit Safa, Bukit Marwah dan lainnya.

“Sengaja kami buat agar mirip dengan ibadah haji sesungguhnya, supaya siswa lebih ingat dan tahu dengan rangkaian haji,” terang Ketua Eldiina cabang Sumsel Nurrela, saat dibincangi di sela-sela kegiatan, Minggu (20/9).

Ia juga menjelaskan, sebanyak 2000 siswa dari 33 lembaga PAUD dan SD di Palembang dan Banyuasin, mengikuti kegiatan ini. Kelompok Peduli Ibu dan Generasi ini pun rutin menyelenggarakan setiap tahun sebagai upaya mengembangkan nilai agama dan moral sesuai yang diatur dalam Permendiknas 58/2009 tentang PAUD.

“Sekarang sudah masuk tahun ke enam, alhamdulillah respon orang tua sangat baik untuk mengikutsertakan anaknya bergabung untuk mengenalkan ibadah haji,” terang dia.

Lewat momen manasik haji diharapkan bisa melatih anak dalam menanamkan akidah Islam sejak usia dini selain memperkuat ukhuwah Islamiyah antar siswa, guru dan orangtua. Sebab, pengembangan pendidikan siswa harus ada kerja sama antara guru dan orangtua.

“Oleh karena itulah, orang tua mewajibkan ikut untuk mendampingi anak-anak mereka. Kami berpikir, orangtua juga harus terlibat dalam pendidikan anaknya,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan praktek ibadah haji ini merupakan realisasi dari pengembangan kurikulum berbasis Akidah Islam yang sudah diterapkan Eldiina cabang Sumsel. Dalam kurikulum tersebut, target pencapaian kepada anak minimal membiasakan diri beribadah, mengenal ritual dan hari-hari besar keagamaan dan lainnya.

“Kami juga menanamkan akidah kepada anak untuk mengenal Allah SWT, Nabi Muhammad dan Alquran. Target pengajaran akidah kepada anak, hingga dia memiliki kekaguman kepada Allah dan Rasul-Nya,” bebernya.

Eldiina Sumsel, sambung Nurrela, merupakan kelompok peduli ibu dan generasi yang aktif bergerak dalam pendidikan Islam dalam mewujudkan generasi pemimpin melalui pemberdayaan ibu. Saat itu, program yang diselenggarakan Eldiina Sumsel yakni Bina Keluarga Balita Khoiru Ummah (usia 1-3 tahun), Home Schooling PAUD Berbasis Akidah Islam (usia 3-5 tahun), Home Schooling Group BAI SD Khoiru Ummah 15, Anak Berkebutuhan Khusus.

“Eldiina sudah ada di 40 kota di Indonesia, sementara di Sumsel merupakan cabang ke 15,” tutupnya.

Oadk

 

x

Jangan Lewatkan

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di KI Meriah

Palembang, BP–Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang menggelar kampanye 16 hari Anti kekerasan Terhadap perempuan tahun 2017, di Kambang Iwak, Palembang, ...