Home / Pendidikan / Masuk Sekolah Diundur Menjadi Pukul 07.30

Masuk Sekolah Diundur Menjadi Pukul 07.30

Palembang, BP

INTERNET

INTERNET

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Palembang (Disdikpora) menyebarkan Instruksi Surat Edaran Disdikpora kepada seluruh Kepala Sekolah untuk jam belajar diundur, sesuai dengan cuaca dan kondisi kabut yang menganggu kesehatan di Kota Palembang.

Demikian dikatakan Kepala Disdikpora Palembang Ahmad Zulinto, Jumat (18/9). Menurutnya, mulai Jumat 18 September 2015 edaran yang bersifat situasional tersebut sudah disebarkan kepada Kecamatan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Disdikpora Kota Palembang, baik itu Kepala Sekolah dari TK, SD, SMP,SMA, SMK Negeri/Swasta mulai bahwa jam masuk diundur hingga pukul 07.30.

“Tentu ini kita lakukan melihat cuaca kabut yang kurang sehat dan bisa mengakibatkan para guru, siswa di sekolah bisa terkena dampak kabut asap ini. Kita mengimbau agar memakai masker dan banyak minum air putih, jangan sampai dampak terkena sangat sesak nafas karena asap,” jelas Zulinto.

Namun demikian pemberlakuan ini hanya bersifat sementara sehingga jika asap kembali normal maka jam belajar mengajar akan dimulai pada pukul 06.40 dan berakhir pada pukul 12.00.

“Tentu kita berharap asap ini tidak terus berlarut-larut. Jadi ketika kualitas udara kembali dinyatakan baik maka jam belajar kembali dimulai dari nol yakni pukul 06.40 sampai pukul 12.00,” jelas Zulinto.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri 20 Palembang, Endang Wahyuningsih mengatakan, sampai saat ini jajaran guru pun juga siswa belum terkena dampak ISPA karena kabut asap di Palembang yang saat ini menjadi pembahasan yang serius.

“Sampai saat ini belum ada siswa kita yang mengeluh terkena ISPA. Memang untuk jam belajar olahraga di tiadakan, mulai besok (hari ini –red) jadi kita dapat juknis dari UPTD. Tentu kita akan memberlakukan jam belajar sesuai dengan arahan UPTD Disdikpora,” ujar Endang.

Menurut Endang, jika jam belajar diundur, guru lebih efektif dan lebih terkontrol karena dampak kabut ini. Menurutnya, dirinya juga selalu mengimbau kepada siswanya untuk selalu memakai masker jika berangkat dan pulang sekolah dan mengonsumi air putih yang cukup sehingga tidak mudah terserang Inspeksi Saluran Penyakit Akut (ISPA) dan sejenisnya.

“Kita antisipasi kepada siswa supaya banyak minum, kemudian kami juga menyediakan mereka air putih sebanyak mungkin. Lalu ngajarnya kurangi ceramah, tetapi perbanyak diskusi dan mengerjakan tugas, karena itu dampak tenggorokan kering,” ujarnya.

#sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

SMKN 5 Palembang Gelar Pemotongan Daging Kurban Untuk Anak Yatim

Palembang, BP Momentum Hari Raya Iduladha 1440 Hijrah tahun ini menjadi perayaan seluruh umat muslim di dunia. Tak hanya kalangan ...